48 Komentar »

  • bapak yogi berkata:

    seorang yg begitu peduli pada kota bandung..

  • Andi Adiwiarta berkata:

    Sedikit saja kota di Indonesia yang menjadi tempat dilahirkannya para sarjana Ahli Tata Kota dan Perenaan suatu Wilayah, tentu besar harapan, untuk menempatkan ahli yang memahami seluk beluk kota dan pengelolaannya.

    tabik,
    _adw

  • ABU FATIH berkata:

    salam kenal bu heti, kalau ibu prihatin melihat kota bandung, saya mungkin maaf muak dengan kondisi sekarang ini, betapa tidak. saya adalah seorang pengusaha advertising kecil2an. yang harus berhubungan dengan 2 dinas yaitu 1. dinas pendapatan daerah dan 2. dinas pemakaman dan pertamanan, kita tahu bahwa pajak reklame di kota bandung ini sangat mahal adanya. sehingga menjadi celah orang dalam untuk bermain, saya ambil contoh pajak spanduk untuk 1 hari kurang lebih 60.000,- sedangkan biaya produksinya sekitar 50.000,- ,jadi kalau seseorang ingin berpromosi 1 bulan, maka uang pajak yang harus dibayar adalah Rp. 1,800.000,- ,setiap orang waras pasti tidak percaya. belum bolak balik ke dispenda dan distam, itupun tidak jelas petunjuk2 di kedua kantor tsb. harus ke bagian apa? lantai berapa?
    nah hal ini menjadi peluang curang bagi pegawai terkait untuk berbuat hal yang menjijikkan yaitu korupsi, kasus nyata begini ada client saya ingin memesan spanduk dan ingin dipasang sekalian berikut pajaknya, setelah saya hitung dan saya sampaikan kepada beliau, jawabannya adalah “kok mahal” harusnya berapa bu? “tahun lalu saya mengurus sendiri dan pemasangan hanya 15rb/hari dengan cap dispenda dan distam resmi” kok bisa pikir saya dalam hati ternyata setelah saya banyak cerita ke temen2 seprofesi udah ga aneh. bahkan yang lebuh dahsyaat dari itupun banyak.
    berarti aya something anu wrong dalam pengelolaan kota ini, ini baru satu lini pajak, sedikit dinas. bisa di bayangkan kalau hal ini dibiarkan betapa kita semua telah memelihara kebobrokan, menjerumuskan kota ini ke sebuah sistem dzolim.
    ini satu cerita kecil dari segelintir warga kota, saya yakin berapa juta cerita buruk yang harus segera kita A.K.H.I.R.I sekarang juga!

  • Popy I berkata:

    Sebelumnya salut dengan kepedulian ibu yang telah mau memikirkan masalah kota Bandung.
    Saya tahu pencalonan ini dari spanduk yang banyak tersebar dibeberapa sudut jalan-jalan di Bandung.
    Ide kreatif yang diusulkan benar-benar suatu konsep out of box untuk kota Bandung tercinta. Tapi kenapa beberapa dari ide tersebut saya rasakan tidak pro terhadap wong cilik ya, seperti fasilitas hot spot. Bukannya tidak setuju, namun saya pikir sudah banyak fasilitas tersebut. Saya pikir akan lebih baik jika mengadakan 100 taman bacaan untuk anak2 yang gratis sehingga minat baca anak Indonesia juga meningkat.
    Satu pertanyaan untuk Ibu, program 100 yang Ibu usulkan itu apakah hanya akan sekedar menjadi janji atau ide saja? karena saya pikir banyak yang tidak feasible untuk diwujudkan, seperti 100 lapangan olah raga. lahan mana yang akan kita jadikan lapangan Bu?
    terimakasih sebelumnya, dan sukses selalu untuk Ibu.

  • Husein berkata:

    Akuisisi ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung terwujudnya kota Bandung yang kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalahnya. Tentunya hanya bisa dilakukan oleh masyarakat yang kreatif, inovatif dan produktif, serta pemimpin yang punya visi ke arah sana. Amin

  • doni drimawan berkata:

    selamat..
    maju terus bu Heti
    Time To Change buat Bandung

  • Mokhamad Ikhsan berkata:

    Maju Terus Bu Heti, kekuasaan menjadi busuk, politik menjadi kotor, karena orang baik ogah masuk ke dalamnya….

  • dinda berkata:

    dari programnya seperti bukan lulusan planologi ITB, program2 tanpa urgensi dijadikan prioritas

  • wadayana berkata:

    program 100 perpustakaan gratis di kota bandung minimal di setiap kelurahaan

  • Doni Drimawan berkata:

    usul…
    100 group musik indi
    100 bangku taman kota
    100 produk kuliner unggulan

  • Soni Indra berkata:

    100 DJ euy..

  • Dr. Dede Mariana berkata:

    Gairah demokrasi warga Bdg dlm rangka Pilwalkot meningkat, sayangnya terkendala “aturan dan tradisi” yg membeku, sehingga kehidupan demokrasi di kota bdg sdh sampai pd fase “frozen democracy” siapapun yg terpilih jd walikota nanti warga hrs brani melakuka strtegi “day to day politics” sbgi wujud partisipasi warga atas stiap pengambilan kptsn politik oleh para pejabat publik di kota bdg sekecil apapun, warga hrs trlibat dlm proses pengambilan kptsan politik yg mnyangkut hajat hidup warga bdg. Mnjlang hari H pilwakot dan masa kampanye, para kandidat balonwalkot yg tak lolos verifikasi kpu kota sebaiknya ttp mnjalankan misi mendidik warga agar jd pemilih cerdas dan kritis atas cawalkot yg lolos verifikasi. dg cara spt itu para balonwalkot tetap ikt membangun kehidupan demokrasi kota bdg ini.

  • Jajat Sudrajat berkata:

    Sebagai Orang bandung saya mendukung Program ini, tapi tolong untuk 100 PKL di realisasikan biar tidak sumpek, terutama pada hariminggu didaerah jl. di ponogoro

  • Rumahorbo,Hotma berkata:

    Saya sangat sependapat dengan pandangan dan ide krestif untuk mengembalikan kota Bandung yang bersih dan menyejukkan. Intinya adalah memberdayakan potensi yang ada pada masyarakat. Merubah paradigma pikir dari masyarakat yang serba dilayani menjadi masyarakat yang melayani. Saling memberi dan mendahulukan tangan sendiri untuk berbuat itulah yang harus dibudayakan di masyarakat Bandung. Untuk mewujudkan itu, potensi ada pada diri ibu Heti, maju terus bu, . Perempuan tidak kalah gigih, ulet,dengan para kaum lalaki. Ditambah sikap lemahlembut, sabar tapi tegas sebagai bumbu pelengkap akan menjadi pas, klop dan nikmat. Maju terus, kita dukung para calon yang mencalonkan diri menjadi pemimpin kota Bandung dengan niat yang mulia untuk mengembalikan citra kota Bandung. Salam

  • andika berkata:

    asal g 100 cara buat jadi walikota aja ya, bu!

  • Fuad Fajri berkata:

    yah..
    seratus2 doang kalo korupsi merajalele dan kemiskinan dimane2 ya sama aje kali ya bu..

  • Panjie berkata:

    hehe program 100nya ud bgs2^.. tp jgn sampe lupa juga bu, sama hal-2hal simple yang bs bikin Bandung lebih nyaman =) —
    100 halte bis
    100 tempat sampah di jalan2
    100 panti sosial
    bahkan kl bs, untuk halte n tempat sampah d jalan2 harus bikin banyak bu..hehe tp jgn lp sosialisasinya juga bu, biar kt-kt ngerti gmn seharusna fungsi halte bis, n tempt sampah^^

  • elpan berkata:

    coba 100 bangunan bersejarah Kota Bandung. Jangan tiap tahun cuman memberantas bangunan itu dan menggantinya jadi mall terus yang nyata2 hanya bermanfaat semu.

  • aris berkata:

    berharap bandung tetap jadi Creative and Peace City…
    keep bandung creative and peace euy..

    http://www.marlowkids.com

  • Edi Nurtjahjadi berkata:

    setelah melihat ide anda melalui spanduk2 di jalan2 kota ada beberapa ide, kita butuh 100 hutan/taman kota,100 perpustakaan umum, 100 kereta trem dalam kota, 100 kilometer jalur pedestrian atau trotoar lebar dalam kota yang bebas pkl serta banyak 100 lainnnya.
    saya ingin bandung jadi sejuk lagi,tidak gersang,tingkat polusi rendah,tingkat kemacetan rendah, tidak heurin ku tangtung, pabrik2 yang sudah tidak produktif dijadikan lahan atau jalur hijau lagi, bukannya sawah jadi properti atau hutan bandung utara jadi properti!but it’s just a dream….
    sukses bu!!!

  • Diana berkata:

    Bingung..

    Kenapa 100?
    Apa pertimbangannya? Awalnya kirain programnya ada 100.. Tapi klo liat judul-judul programnya ternyata bukan.. Apa betul Bandung butuh 100 area PKL, butuh 100 kamar mandi umum, butuh 100 hot spot internet? Jangan-jangan Bandung cuman butuh 50 area PKL ato ternyata butuh 500 kamar mandi umum.. Ato angka 100 ini supaya eye catching aja?

    Programnya ko tampaknya ga akan menyelesaikan masalah di Kota Bandung
    Kenapa 100 hot spot internet? Emang sih kemudahan akses terhadap informasi kan penting.. Ato 100 studio musik, 100 festival kota, 100 perpustakaan desain (desain?)? Mungkin emang mau meningkatkan industri kreatif di Kota Bandung.. Tapi kan masih ada yang lebih penting dan urgent..

    Gimana nanti pelaksanaannya?
    Yakin bisa terlaksana?
    Trus pendanaannya.. Jangan sampe deh kaya Guberbur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sekarang yang janjiin Program Pendidikan Gratis tapi ada embel2 KALAU dananya mencukupi..
    Poin ini sih buat smua calon walikota Kota Bandung..

    Sgitu aja.. Maap klo ada salah2 kata.. Kan kritik membangun demi Kota Bandung yang lebih baik.. Soalnya saya sih masih sangat blum mampu menjadikan Kota Bandung yang lebih baik, kalian lah para calon walikota yang bisa.. I trust you lah..

  • Ika berkata:

    Hal yang cukup bagus menurut saya adalah cara berkampanye Ibu yang sangat berbeda dari politisi lain. Sayangnya,subyeknya tidak vital dan tidak menyelesaikan masalah yang ada.
    Gimana bu kalau sekarang mikirin caranya supaya kita punya sumber listrik di masa depan supaya industri tidak merugi, supaya anak tetap bisa belajar di malam hari, dll? Atau membuat perumahan dengan solar cell system?

  • Achmad A. Riza berkata:

    Saya baru baca profil Ibu Hetifah di PR dan saya adalah pendatang yang baru datang ke Bandung 4 tahun silam dan sudah menjadi warga Bandung.

    Pertama kali datang 4 tahun lalu, saya kaget dengan kondisi Bandung yang katanya Paris van Java ini. Malam hari kota gelap (disekitar Gedung sate) yang katanya pusat pemerintahan Bandung, lalu lintas semrawut, kota kotor dan lain-lain.

    Saya berkeinginan melihat kota ini menjadi cantik, bukan sekedar kamuflase seperti pada saat perayaan Konferensi Asia Afrika saja.

    Coba Ibu dan rekan-rekan disini buat program yang nyata langsung kelihatan, contoh buat di pusat kota Bandung (Merdeka, Braga, Asia Afrika) ada tempat jalan kaki yang nyaman dengan di kiri-kanan ada taman bunga.

    Buat daerah Gasibu, Monumen, Taman Lansia menjadi tempat olahraga bukan tempat jualan. Buat setiap minggu menjadi daerah bebas kendaraan bermotor.

    Buat tempat berjualan, seperti night market Suan Lum di Thailand untuk menampung yang jualan di jalan.

    Tiga itu kita coba wujudkan bersama, satu lagi warga Bandung jangan jorok tunjukkan kita cinta lingkungan.

    Salam

  • udin berkata:

    kayanya program ibu belum menyentuh permasalahan kota bandung yang kompleks dan juga banyak yang gak layak untuk dituangkan dalam bentuk nyata. ya seperti membuat 100 lapangan olah raga mau bikin dimana? biayanya darimana? apa tidak ada yang lain….

  • Acenk berkata:

    100 produk kreatif…
    sebenernya udah banyak produk kreatif hasil urang bandung
    cuma kayanya blum terdokumentasi dengan baik
    masih berserakan kira kira
    good luck

  • helga berkata:

    hmmm..
    kota ini “loves to hate”
    apapun programnya, jika kita melakukannya dengan hati pasti meaningfull..

    yahh.. sebelum komentarin orang tentang kontribusi dan programnya untuk kota ini, lebih baik kita banyak instropeksi aje..apa aja yang udah kita lakuin untuk kota ini?

    kalo cuma bisa “komentar” tentang keadaan. tidak akan ada perubahan disana. do somnthing, event just support..

    apapun program ibu sekarang, saya percaya semua untuk kemajuan kota ini..
    saya tunggu realisasinya yah ibu..
    semangat!!!

  • Kahar,Balikpapan berkata:

    Pribadi yang kuat dan ramah.Saya tunggu resonansi ibu
    untuk benua etam

  • Faisal berkata:

    Hai Mrs.Hetifah
    salam 232
    Sudah Siap Tempur di Bumi Etam….. :)……..?????

  • Fir berkata:

    Dgn membaca web ini rasanya ibu lebih dikenal oleh warga Jabar cq Bandung dibandingkan masyarakat Kaltim. Kenapa gak jadi caleg DPR RI dari Jabar aja bu? Anyway terima kasih krn sdh mengirimkan iklan calegnya ke saya via email.

  • rosie berkata:

    Bu Hetifah salam kenal dari balikpapan…
    Saya hanya ibu rumah tangga yang tertarik ngeliat iklan caleg ibu yang dipasang dijalan yang sering saya lewati, kalo dilihat dari wajah dan baca profil serta aktivitas ibu di web yang barusan saya browse sepertinya ibu terlihat smart dan berkemampuan untuk mewakili aspirasi rakyat cuma yang menjadi pertanyaan saya kenapa ibu kok mewakili masyarakat kaltim untuk maju menjadi caleg DPR RI bukan dari JABAR? Sementara ibu kan lahir dan besar di Bandung seperti yang saya baca di profil ibu, jadi gimana mau mewakili aspirasi rakyat KALTIM kalo ibu sendiri bukan orang KALTIM? Mohon pencerahannya aja bu dan tolong dimaklumi karena saya hanya seorang ibu rumah tangga yang pengetahuan soal politiknya juga sekedarnya….tapi buat saya pribadi siapapun orangnya asal dia bisa membawa perubahan dan kemajuan saya sih welcome ajah…smoga sukses ya bu…

  • arman berkata:

    teh heti yang cantik…
    ketika sy lihat poster tehheti di tepi2 jalan Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda dan Tenggarong sebagai caleg DPR RI dari partai Golkar no urut 2, saya langsung suka. sy melihat senyum yang penuh optimis dan dan menyenangkan dlm poster itu. namun ketika sy buka website tehheti, perasaan suka sy mulai berkurang, kenapa? teh heti punya konsep yang menarik menurut sy, tapi itu untuk kota bandung, jadi sy berpikir knp tehheti ga jadi caleg DPR RI utk wilayah Jabar? (ga tahu dapil brp) sebab klw terpilih jd anggota DPR (sy merasa yakin teheti terpilih) apa bukan segala kerja dan pikirannya hanya tercurah untuk menjadikan kota bandung kreatif?, bukan kedaerah dimana konstituen tehheti berada yang memilih tehheti? jaminan apa yang tehheti berikan kepada kami orang kaltim? konsep apa yg tehheti tawarkan untuk kota2 yang ada dikaltim sebagaimana konsep tehheti pada kota bandung? salam hangat utk tehheti

  • Hesty berkata:

    Assalamualaikum…
    saya hesty, saya kemarin menghadiri dan mendengarkan sosialisasi yang diadakan di guntung bontang, saya tertarik dengan apa yang ibu paparkan….
    pembangunan di bumi etam…
    tetapi, saya membaca artikel-artikel yang ada, saya takutkan kalau ibu menjabat, ibu akan lupa dengan pembangunan di bumi etam tetapi akan membangun kampung ibu sendiri….
    terimakasih, dan mohon maaf kalau saya salah kata…
    perjuangin hak-hak perempuan….
    Cayo..
    wassalamualaikum….

  • hardiana berkata:

    semoga yg ibu sosialisasikan di kel.Guntung Kota Bontang bisa berdampak positif dan bisa terwujud. salam hangat selalu buat ibu, trim’s

  • Effendhi Djuprianto berkata:

    Gagasan Ibu sangat Brillian, Sukses selalu dan salam dari Tarakan

  • SURYATMIN berkata:

    Ass,Wr,Wb.
    Singkat aja yaa..bu Hetifah..
    Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ibu di acara sosialisasi/simulasi yang saya gagas pada malam 19 maret di gedung nasional Balikpapan,kehadiran ibu benar2 menghidupkan suasana pada malam itu.
    Dan tidak lupa Kami ucapkan terimaksih atas dukungan baik moril maupun materiil..yang diberikan.
    Semoga apa yang dicita-citakan insayaallah akan tercapai..Aminnn..

    Wassalam,

    Suryatmin
    Balikpapan.

  • Nur Syamsul Bahri berkata:

    Yth Ibu Hetifah
    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Perkenalkan nama saya Nur Syamsul Bahri,S.Sos,saya putra (alm) Nur Aliansyah mantan ketua Golkar Tk 1 Kal Tim.Yang mau saya tanyakan adalah,seberapa jauh ibu mengenal daerah Kal Tim?karena sepengetahuan saya,ibu tidak berdomisili di Kal Tim.Sebenarnya saya menaruh simpati terhadap ibu,mengingat latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi serta pekerjaan ibu.Tapi apakah ibu bisa menjadi jembatan antara daerah dan pusat?itu yg menjadi pemikiran saya.Itu saja yg dapat saya sampaikan,mudah-mudahan kita bisa sharing untuk mengatasi problem di masyarakat Kal Tim.
    Terima kasih.
    Wassalam.

  • aku berkata:

    http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=23541

    MAAF JIKA KASAR, TAPI MEMALUKAN SEkALI ANDA INI!!! TIDAK PUNYA ADAT? APAKAH TITEL SARJANA YANG ANDA PUNYA ITU BENAR BENAR ASLI? PATUT SI PERTANYAKAN MELIHAT TINGKAH ANDA DI KALTIM.

    KALAU ANDA INGIN MEMBELA JABAR, KENAPA TIDAK NYALEG DISANA AJA??? APA CUMAN MAU MENGERUK SDA KALTIM BERSAMA (ANDA TAHU SAPA?). CKCKCKCK…
    BUKAN RAHASIA UMUM LAGI ANDA ADALAH TITIPA KP#. KECURANGAN ANDA SAAT PEMILU SUDAH DI TERIMA OLEH KPU PUSAT DAN PRESIDEN MELALUI STAFF AHLI DARI DEMOKRAT… BERSIAPLAH…

  • waluh berkata:

    Nggak usah terlalu banyak janji BU. Aku kok nggak yakin kalau orang yang bukan warga Kaltim dan besar di Kaltim mau berbuat untuk Kaltim. Saya kok khawatir orang seperti anda bila kelak terpilih dari perwakilan Kaltim hanya berpkir untuk mengembalikan uang yang sudah anda gunakan untuk kampanye. Sudah banyak contohnya warga bukan asli Kaltim, hanya numpang nama saja

  • waluh lagi berkata:

    Wahhh….kasihannya Ibu ini dapat pembisik yang tak tahan kritik. Kalau dikritik saja nggak bisa gimana mau mewakili rakyat kaltim kalau kelak terpilih. TAPI KUBERDOA MOGA IBU TAK TERPILIHHHHH. WALAU SAYA LIHAT PELUANG IBU ADA KARENA CURANG. Warga Kaltim yang memilih Anda pasti nggak pernah tahu Anda, dan pasti akan menyesal kalau sudah tahu. Kalah di Jawa Barat, malah mau ngeruk uang lewat DPR RI asal Kaltim. Kasihan dehh loooooo

  • Hussein Al Fatihah S.Kom, M.Comp, Phd berkata:

    Kalau saya lihat website anda, ini cuman sekadar website untuk mengiklankan diri anda, bukan untuk mendengar saran/kritik masyarakat.

    Anda tidak pernah menjawab pesan dari masyarakat. Bagaimana jika anda terpilih nanti(walaupun sepertinya sih anda GAGAL TOTAL)? Anda tidak akan menjawab keluhan masyarakat. MUNAFIK SEKALI…

  • luqman berkata:

    Jangan pernah takut dengan teror krn mereka yg meneror adalah lawan politik ibu. So,….. maju terus. Pak Hussein yg katanya Phd, nulis gelarnya aja salah….aku ragu dia gunakan nama org lain tuh.

  • Bayu berkata:

    buktikan ibu adalah orang yang tepat bagi Kaltim. Tunjukkan bahwa ibu memiliki komitmen yang kuat.

  • Lie berkata:

    Paling tidak, di sini semua komentar bebas masuk. Tanpa sensor, tanpa moderasi. :)

  • Bayu berkata:

    haloooooooooooooooooooooo….pada mau gertak ibu neeeh kayaknya. Sampai bawa-bawa nama Demokrat dan SBY segala. Emangnya siapa sih loooooo. Kecurangan? bagus tuh bila perlu rekamannya kita buka apakah ibu atau org yg bayar anda yg berbuat curang. Buat ibu, be patient OK!

  • AKS (author) berkata:

    Hoahem… Bukankah yang mengubah jumlah suara pada saat-saat akhir dan akan dibiarkan demikian seandainya tindakan ini tidak ketahuan adalah nomor urut… ups… tidak boleh bawa-bawa nama.

    Kritiknya nanti dulu, lihat bagaimana kerjanya nanti.

    Kalau mengenai mengapa tidak merespon email ataupun komen pada saat masa kampanye di KalTim, itu karena Bu Hetifah memang tidak mendapatkan akses internet selama di sana. Kenapa? Karena banyak keliling.

  • Fitra Elnurianda berkata:

    saya tidak bermaksud mengomentari artikel ini.
    Saya adalah anak dari pak H. Nur Aliansyah,BA. dan heran saja kepada saudara Nur Syamsul Bahri,S.Sos,. SAYA TIDAK PERNAH PUNYA SAUDARA YANG BERNAMA Nur Syamsul Bahri,S.Sos,tolong saja jangan suka mengaku2 dan membawa2 nama ayah saya.
    Walaupun maksud anda baik, ayah saya tetap ayah saya, buat apa anda yang tidak ada sama sekali hubungan apa2 dengan kehidupan saya dan ayah saya mengaku2 anak beliau!
    Tolong ya jangan membawa2 nama beliau dengan alasan tidak jelas seperti itu di kolom komentar ini.
    Terima Kasih!

  • gunawan berkata:

    salam, 232!!!!

    slamat ibu telah memasuki tahap berikutnya dalam pembekalan dan pelantikan,semoga k depan bisa di teruskan rencana besar kawan-kawan dari ibu oleh rekan2 untuk bumi etam…trims
    RUMAH ASPIRASI RUMAH KITA

  • Narta HM Faisyal berkata:

    katanya mau buat Hetifah center di KALTIM? kapan rencananya di realisasikan??

Silahkan Tinggalkan Komentar

Silahkan gunakan kolom komentar di bawah, atau lacak balik. Anda juga bisa mengikuti alur komentar berlangganan umpan balik komentar ini lewat RSS.