<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Hetifah Sj-Siswanda</title>
	<link>http://hetifah.com</link>
	<description>Selamat Datang di Situs Hetifah Sj-Siswanda</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:40:18 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Sembilan Masalah Krusial dalam RUU Kepramukaan</title>
		<description><![CDATA[Tantangan pemuda saat ini adalah menjaga persatuan di kalangan mereka sendiri. Oleh kerena itu organisasi kepemudaan (OKP) perlu terus dipertahankan. Namun tentu saja dibuat sekreatif mungkin agar mereka yang anti-organisasi bisa masuk dan berperan serta.
Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, selama ini OKP masih mementingkan ego masing-masing. Atas dasar itu, ia tidak sepakat apabila ada anggota DPR yang mengusulkan dalam RUU Kepramukaan, dimana akan mengembalikan gerakan pramuka seperti era sebelum 1961. 

Pramuka adalah salah satu organisasi kepemudaan yang sudah lama berdiri. Sebelum dibentuk pramuka, gerakan kepanduan banyak jumlahnya. Satu ...]]></description>
		<link>http://hetifah.com/artikel/sembilan-masalah-krusial-dalam-ruu-kepramukaan.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Perlu Dievaluasi Sehingga Pendidikan Gratis Terwujud</title>
		<description><![CDATA[Entah kapan masyarakat miskin benar-benar menikmati pendidikan gratis. Usaha pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis 9 tahun, masih terseok-seok. Bukan cuma di desa-desa kecil, tetapi di Jakarta pun warga masyarakat masih mengeluhkan dana-dana yang harus dikeluarkan untuk bisa sekolah, apalagi kalau sekolah tersebut berlebel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
Di sebuah daerah, untuk masuk sekolah RSBI pihak orangtua murid harus mengalokasikan dana minimal Rp 7 juta sampai ada yang mencapai Rp 30 juta. Memang, RSBI merupakan amanat UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yakni di Bab XIV ...]]></description>
		<link>http://hetifah.com/artikel/perlu-dievaluasi-sehingga-pendidikan-gratis-terwujud.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gagasan Bagus, Tapi Masyarakat Kita Belum Siap</title>
		<description><![CDATA[Pemerintah cq Kementerian Kominfo bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menurut rencana akan memasukkan pasal pengaturan lembaga rating dalam draft revisi UU Penyiaran No 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.
Menurut Direktur Standarisasi Penyiaran dan Media, Direktorat Jenderal Sarana Komunikasi &#038; Diseminasi Informasi, Soesilo Hartono, masalah rating harus dikonkretkan dalam bentuk regulasi, sebagai dasar mewujudkan nation dan karakter building yang belakangan mulai memudar.
“Meski terlambat, saya setuju sekali pemerintah mengatur soal rating,” komentar anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, PhD. “Sebab, selama ini indikator program yang banyak ditonton orang adalah ...]]></description>
		<link>http://hetifah.com/artikel/gagasan-bagus-tapi-masyarakat-kita-belum-siap.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mengurai Benang Kusut Perfilman Nasional</title>
		<description><![CDATA[Membicarakan perfilman nasional memang tak semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang perlu dibenahi, baik institusi yang berhubungan dengan film maupun insan-insan film itu sendiri.
Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, PhD pada Alvajune Gabriella dari Yayasan 28, ketika dimintai pendapatnya tentang perfilman nasional. Menurut anggota Komisi X ini, perfilman sebetulnya merupakan medium yang efektif dalam pembentukan karakter bangsa. Seperti kita ketahui, pemerintah saat ini sedang giat-giatnya menggelorakan karakter bangsa. Namun sayang, film-film nasional belum bisa memberikan kontribusi yang diharapkan pemerintah. Kemirisan ini muncul setelah ...]]></description>
		<link>http://hetifah.com/artikel/mengurai-benang-kusut-perfilman-nasional.html</link>
			</item>
	<item>
		<title>PTK Partai Golkar Sias Lansai: “Kalau Ibu Sudah Menanam, Ia Tinggal Menuai Hasilnya”</title>
		<description><![CDATA[Usianya sudah melewati setengah abad. Namun ketika berbicara mengenai perjalanan Partai Golkar di Kalimantan Timur (Kaltim), ia sangat bersemangat dan bergelora. Pria berkulit hitam ini bernama Sias Lansai. Saat ini ia adalah Pimpinan Partai Golkar di tingkat Kelurahan (PTK) di Kelurahan Sempinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Sias tahu betul perjalanan Partai Golkar di Kaltim. Menurut pria kelahiran Alor, 3 Februari 1946 ini, Partai Golkar adalah partai luar biasa. Betapa tidak, sempat menjadi partai besar, kemudian anjlok karena krisis kepercayaan, tetapi bisa bangkit lagi dan tetap masuk ke dalam lima partai terbesar. 
Seperti ...]]></description>
		<link>http://hetifah.com/artikel/ptk-partai-golkar-sias-lansai-%e2%80%9cagar-tetap-mengadvokasi-rakyat-kaltim%e2%80%9d.html</link>
			</item>
</channel>
</rss>
