DSCN6630

Wasekjen Golkar Ingatkan Perempuan Harus Melek Anggaran

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wasekjen Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menilai perempuan harus melek anggaran.

Hal itu dikatakannya saat mengikuti Seminar tentang Problem Defisit Anggaran dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara 2017 yang digelar Fraksi Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017).

“Karena melalui alokasi anggaran berkeadilan masalah-masalah kesenjangan antargender dan kelompok sosial bisa diperkecil,” kata Hetifah.

Anggota Badan Anggaran DPR itu berharap jangan sampai defisit anggaran negara yang melebar mengurangi alokasi anggaran untuk memberdayakan perempuan dan anak.

“Apalagi Menteri Keuangan (Sri Mulyani) adalah perempuan, beliau akan menjadi role model perempuan Indonesia,” kata Hetifah.

Hetifah menilai Sri Mulyani memiliki kesempatan yang besar untuk membantu sesama kaum perempuan melalui kebijakan anggaran negara.

Hetifah mendesak agar anggaran responsif gender diterapkan secara konsisten di semua kementerian.

Hal itu dilakukan untuk memecahkan berbagai persoalan seperti angka kematian ibu dan anak yang tinggi, serta angka buta aksara perempuan yang juga tinggi.

“Tidak cukup dengan memberi kucuran dana pada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kebudayaan harus memiliki program-program dan alokasi yang cukup untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan,” ujar ketua Gerakan Perempuan Ormas MKGR.

Dalam seminar tersebut turut hadir Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Hetifah mengatakan perempuan siap mensukseskan program penerimaan negara dari pajak. 

“Namun saat ini sistem perpajakan kita masih membedakan perempuan dan laki-laki sehingga dalam beberapa kasus bisa merugikan kaum perempuan,” kata Hetifah.

*) sumber : Tribunews.com

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi