Unmul Samarinda Masih Seleksi Penerima Beasiswa Bidik Misi

Unmul Samarinda Masih Seleksi Penerima Beasiswa Bidik Misi

Tribun Kaltim, Minggu, 24 Oktober 2010

SAMARINDA – Dana beasiswa Rp 10 juta pertahun yang dikucurkan APBN untuk membiayai mahasiswa berprestasi dari keluarga tak mampu rupanya belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mahasiswa di perguruan tinggi. Alasan ini menjadi latar belakang seorang penerima beasiswa bidik misi untuk mengundurkan diri.

“Ada yang mengundurkan diri dengan alasan dana beasiswa tak cukup. Biaya hidup Rp 600.000/bulan yang mereka terima belum sepenuhnya mencukupi jadi dia memilih bekerja saja,” kata Saleh Usman, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unmul, Sabtu (23/10).

Bukan itu saja, dari jatah beasiswa Bidik Misi untuk Unmul sebanyak 330 orang, masih tersisa 50 jatah yang belum terisi. Entah apa alasan 50 penerima beasiswa dari berbagai daerah di Indonesia sehingga tidak mendaftar ulang, meskipun mendapat beasiswa yang nilainya mencapai Rp 10 juta/tahun meliputi biaya SPP hingga biaya hidup.

Alhasil, kini Unmul kembali melakukan seleksi penerima beasiswa dari mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNMPTN beberapa waktu lalu. “Kemarin ada seleksi beasiswa BUMN. Ada sebanyak 134 mahasiswa memasukkan berkas, sehingga kami seleksi 37 orang untuk beasiswa BUMN, sedangkan 50 orang untuk beasiswa bidik misi. Perlakuannya tetap sama yakni berprestasi dan dari keluarga tidak mampu,” kata Saleh.

Saleh mengaku tidak mengetahui pasti alasan 50 lulusan SMA/SMK di Indonesia enggan untuk mendaftar ulang di Unmul. Namun, jarak yang jauh menuju Kaltim bisa saja menjadi salah satu alasan sehingga tidak mengambil kesempatan beasiswa bidik misi.

Prof Dr Ir H Ach Ariffien Bratawinata M.Agr saat menjabat sebagai Rektor Unmul pernah melontarkan kekecewaannya dengan kondisi tersebut. Pasalnya, Unmul berjuang untuk memperoleh jatah 330 penerima beasiswa program Kementerian Pendidikan Nasional itu. “Awalnya hanya 75 orang saja. Tapi kami terus berjuang dan akhirnya memperoleh jatah 330 penerima. Kami sudah mati-matian memperjuangkan ini, makanya saya kecewa sekali 50 penerima ini tidak datang,” kata Ariffien, beberapa waktu lalu

Beasiswa yang diterima sebesar Rp 10 juta setiap tahunnya, dibagi Rp 5 Juta setiap semester untuk membiayai kebutuhan mahasiswa mulai dari SPP hingga biaya hidup mereka selama kuliah. Uang saku yang diberikan kepada penerima beasiswa sebesar Rp 600.000/bulan. Sisanya sebesar Rp 1 juta untuk SPP, sedangkan sisanya untuk kebutuhan lain seperti jaket almamater dan lainnya. “Rentang uang saku yang ditetapkan sekitar Rp 500.000-Rp 700.000/bulan. Unmul memilih Rp 600.000/bulan dan kami rasa cukup saja,” ujarnya.

Dari data yang diperoleh Tribun, dari total penerima 280 mahasiswa, penerima beasiswa terbanyak di FKIP yakni sebanyak 104 orang, disusul MIPA dan Teknik masing-masing 29 mahasiswa. Selanjutnya Ekonomi 20, Isipol 19, Pertanian 21, Kehutanan 17, PIK 10, Kedokteran 1, Kesmas 8, Hukum 11, Farmasi 2 dan Ilmu Budaya 9 orang. (maipah)