DSC07669.jpgg

Terobosan Hetifah di Sektor Pariwisata Kaltim

Beberapa bulan setelah dilantik menjadi Ketua Komisi X DPR RI menggantikan Ferdiansyah, Hetifah Syaifudian langsung melakukan terobosan. Komisi yang membawahi enam bidang tersebut. Sebagai wakil Kaltim di DPR-RI, Hetifah mengundang Kadisbudpar Kaltim dan tiga daerah lainnya yaitu, Kadisbudpar Berau, Balikpapan, dan Samarinda untuk membahas potensi pariwisata di Kaltim bersama Sekretaris Menteri Pariwisata Uus Kuswar.

BAGI Kaltim, ini merupakan satu penghargaan dan peluang besar. Sebab, sebelumnya sangat jarang digelar pertemuan seperti ini yang dihadiri petinggi Kementerian Pariwisata. Sekretaris Menteri (Sesmen) Pariwisata Uus Kuswara juga menghadirkan beberapa pejabat eselon di kementerian yang kini tugasnya lebih dikonsentrasikan pada wilayah.

Menurut Hetifah, pertemuan yang berlangsung tak lebih dari 90 menit itu, ingin menggali kembali berbagai program dan dukungan pembangunan pariwisata di Kaltim dengan dukungan Kementerian Pariwisata. Baik dalam bentuk kegiatan peningkatan sumber daya stakeholder maupun dukungan pendanaan event yang sudah dipersiapkan.

Kadis Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata bersama Kadis Pariwisata Balikpapan Oemy, Kadis Pariwisata Samarinda Faisal, dan Kadis Pariwisata Berau Mappasikra menyampaikan harapannya agar Kaltim berada di posisi kesebelas destinasi wisata yang mendapat prioritas. “Kalau sudah ditetapkan 10 besar, harapan kami bisa bertambah menjadi 11 termasuk Kaltim,” kata Syafruddin.

Potensi wisata di Kaltim, kata dia, terbilang lengkap. Wisata bahari, wisata budaya maupun sejarah, setiap kabupaten/kota memiliki keunggulan masing-masing. Inilah yang membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Kaltim terus meningkat.

Dari pembahasan itu, Uus Kuswara berjanji akan membahas kembali bersama segenap jajaran pejabat di Kementerian Pariwisata termasuk bersama Menteri Pariwisata. Yang jelas, tahun ini Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan pada 3 kegiatan di Balikpapan, Samarinda, dan Berau.

“Untuk Kabupaten Berau kita akan dukung pelaksanaan Maratua Jazz yang akan digelar Juli mendatang,” kata Uus.

Ia juga telah menerima berbagai usulan, namun dalam kegiatan fisik, akan dikomunikasikan dengan kementerian terkait lainnya. “Untuk penambahan dermaga di Kampung Payung-Payung, Maratua, kita akan diskusikan dengan Kementerian PUPR atau Kementerian Perhubungan,” ujar Uus.

Yang menarik dalam pertemuan itu, Don Kardono, staf khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi membeberkan lebih detail soal Generasi Pesona Indonesia (Genpi). Genpi, kata dia, akan melibatkan para netizen aktif, travelling, kulineran dan semua yang suka pariwisata. Ia akan mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk bergabung laskar digital Genpi. “Jadi bagi siapa saja yang suka piknik, suka foto dan jalan-jalan ke destinasi wisata cocok bergabung,” ujarnya.

Sebab, lanjut Don Kardono, Genpi sifatnya relawan dan komunikasi ini dibentuk oleh Kementerian Pariwisata. Pada saatnya nanti, Kaltim khususnya Pulau Maratua dan Derawan bisa menjadi salah satu objek yang akan menjadi sasaran Genpi mempublikasikan di medsos. “Nanti saya akan ke Kaltim dan mengajak semua netizen maupun bloger bergabung, termasuk yang ada di Berau,” pungkasnya.

*) sumber : Prokal

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi