Tantangan Gerakan Pramuka Indonesia

Artikel Dipublikasikan Pada 15 August 2011

Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia. Sejak kelahirannya di tahun 1961, Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang menjadi salah satu elemen penting yang membangun karakter dan kepribadian generasi bangsa. Pada peringatan usia emasnya (50 tahun), Gerakan Pramuka menghadapi tantangan untuk dapat selalu menjalankan perannya menjadi media dan wadah terdepan dalam “pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.”

Ada beberapa tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka saat ini. Diantaranya:
  • Sebagai pelengkap sistem pendidikan formal yang terlalu menekankan pemahaman akademis, Gerakan Pramuka diharapkan menjadi media pendidikan karakter, pendidikan kebangsaan & kewargaan, serta pengajaran dan pelatihan soft-skill, seperti komunikasi, kepercayaan diri, dan kepemimpinan.
  • Metode pembelajaran dan kegiatan harus dimodifikasi sehingga menarik bagi generasi muda, disamping perlu mengikuti perkembangan teknologi dan pemikiran global dengan menekankan kreatifitas dan kerjasama.
  • Gerakan Pramuka harus mampu menunjukkan diri sebagai gerakan independen dan tidak tergantung sepenuhnya pada sokongan anggaran dari pemerintah. Di sisi lain, Pemerintah dapat meningkatkan perannya sebagai motivator maupun fasilitator peran dan partisipasi masyarakat serta anggota pramuka.

Minat dan antusiasme generasi muda untuk mengikuti pramuka dirasakan kian turun. Hal ini tentu saja menerbitkan keprihatinan tersendiri. Upaya untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka dipandang semakin penting. Terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka dan adanya alokasi anggaran baik dari APBN dan APBD adalah salah satu cermin komitmen pemerintah dan DPR untuk merevitalisasi gerakan pramuka.

Silahkan Tinggalkan Komentar

Silahkan gunakan kolom komentar di bawah, atau lacak balik. Anda juga bisa mengikuti alur komentar berlangganan umpan balik komentar ini lewat RSS.