Sudah Bangkitkah Indonesia?

Artikel Dipublikasikan Pada 24 May 2010

Sudah Bangkitkah Indonesia?
Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone
Jum’at, 21 Mei 2010 – 10:40 wib
JAKARTA – Hari Kebangkitan Nasional dijadikan momentum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jakarta ngariung membicarakan isu kebangkitan nasional. Acara yang diselenggarakan di Kafe Warung Daun, Jakarta, ini mencoba menjawab pertanyaan, kebangkitan nasional siapa yang bangkit; elit atau rakyat?

Salah seorang pembicara, Ali Assegaf, mengatakan, kebangkitan nasional di Indonesia kehilangan ruhnya sebab pemerintah tidak punya inspirasi terhadap nilai-nilai Pancasila sehingga rakyat kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Berbeda dengan Ali, anggota komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, Indonesia sudah bangkit, hanya saja koordinasi kebangkitan ini tidak baik. Ibarat tubuh, antara satu organ dengan organ lain tidak berkoordinasi satu sama lain. Jadi alih-alih bergerak ke arah yang sama, kita justru tersungkur.

Indonesia, tambah Hetifah, telah kehilangan kepemimpinan sehingga birokrasi yang mendorong kebangkitan tidak terarah. “Kebangkitan nasional lebih banyak diinisiasi oleh elit, sementara pemimpin kita sendiri kini seperti kehilangan arah,” imbuh Hetifa. Acara diskusi ini melibatkan alumni ITB di Jakarta yang berasal dari berbagai angkatan dan kini bekerja di berbagai bidang seperti pengusaha, pebisnis, politikus, hingga aktivis lingkungan.

Setidaknya ada tiga kesimpulan yang dihasilkan diskusi ini. Pertama, adanya kesadaran bahwa ada masalah yang sedang kita hadapi. Untuk maju, Indonesia haruslah mengetahui posisinya. “Dulu kita sama-sama berjuang merebut kemerdekaan karena kita tahu posisi kita sebagai bangsa yang terjajah. Sekarang bagaimana mau bangkit sementara kita tidak tahu sedang berada di mana?” jelas Khalid.

Kedua, kebangkitan nasional hendaknya dilakukan secara menyeluruh sebagai satu kesatuan aksi. Jangan hanya sporadis di tiap-tiap bidang. Ketiga, Indonesia kekurangan sumber daya intelektual yang mau bekerja tanpa dibayangi kepentingan pribadi atau golongan. Sumber daya intelektual diperlukan untuk membuat konsep kebangkitan pembangunan secara jelas dan terarah.

“Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi peta kebangkitan nasional. Setidaknya bisa menyatukan visi bagi alumni ITB untuk membuat program-program yang bertujuan memajukan bangsa sesuai semangat kebangkitan nasional,” tutup Khalid. (rhs)
Source : http://kampus.okezone.com/read/2010/05/21/373/334952/sudah-bangkitkah-indonesia

Silahkan Tinggalkan Komentar

Silahkan gunakan kolom komentar di bawah, atau lacak balik. Anda juga bisa mengikuti alur komentar berlangganan umpan balik komentar ini lewat RSS.