DSCN9940-web

Sengketa Lahan Sumber Sari, Harus Segera Ada Jalan Keluarnya

 

KLIKKALTIM.COM – Kasus sengketa tanah di Kalimantan Timur berjumlah tak kurang 197 kasus. Banyak diantaranya sudah kronis, dan butuh segera solusi. Diantaranya Desa Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

Pagi ini desa Sumber Sari disambangi langsung oleh anggota Komisi II DPR RI yang membidangi masalah tanah, Hetifah Sjaifudian. Dialog diikuti oleh para Petinggi (Kepala Desa), Kantor Pertanahan Kubar, Kepolisian Sektor Kubar, tokoh Agama, tokoh Masyarakat dan sekitar 70 masyarakat berlangsung di balai desa dengan Auntusiame yang tinggi.

Petinggi desa Sumber Sari, Mulyadi, menjelaskan bahwa Desa seluas 337 hektar adalah desa transmigrasi sejak tahun 1964. Lahan yang diberikan kepada warga transmigran tersebut dikelola terus menerus sebagai lahan palawija.

“Transmigrasi pada saat itu berasal dari 6 Karesidenan di Jawa Tengah dengan jumlah 500 Kepala Keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa sejak tanggal 04 Mei 2004 Keluarga besar Mantuk membuat surat gugatan tanah transmigrasi Sumber Sari seluas 53,7 hektar.

Permasalahan tanah ini tidak kunjung selesai, bahkan sampai menyebabkan hilangnya mata pencaharian. “Hingga sekarang warga Sumber Sari selalu was-was dan resah dikarenakan sertifikat,” keluhnya.

“Sertifikat yang kami miliki ini resmi dari negara, ini sah atau tidak? Jika iya, tolong lindungi hak-hak kami,” paparnya.

Melihat langsung kondisi Desa Sumber Sari, Hetifah, menyampaikan bahwa desa ini maju dan tingkat partisipasi masyarakat juga begitu tinggi. Pembangunan sarana prasarana banyak yang swadaya masyarakat. Kesinambungan kepemimpinan juga berlangsung dengan baik.

“Desa ini inovatif, untuk contoh bagi desa-desa yang lain,” tegas anggota DPR RI Dapil Kaltim Kaltara ini.

Keberhasilan ini diwarnai dengan suatu permasalahan. Sejak 2004 mengalami sengketa, tanpa jelas siapa yang bisa menyelesaikan sengketa ini. “13 tahun adalah waktu yang panjang, mencari solusi,” lanjutnya.

Perwakilan Kantah Kubar, Ady Purnomo, menyatakan bahwa sertifikat yang dimiliki tersebut adalah sah. Jangan sampai diragukan produknya. Mungkin ada pemecahan tindak lanjut. “Akan ada mediasi bersama yang difasilitasi oleh Pemkab,” paparnya.

Lebih lanjut Hetifah berharap, Kepolisian dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi konflik. “Temen-temen sudah sabar, masalah tanah ini sangat sensitif. Saya ingin situasi ini dapat dicari jalan keluarnya. Yang memihak kepada masyarakat banyak,” tutupnya.

*) sumber : klikkaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi