Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1433 Hijriah

Senayan, Ramadhan 1433 H – ‘Idul Fitri atau lebaran dan mudik (pulang kampung) di Indonesia bagaikan dua sisi dalam satu keping uang. Setiap tahun, lebaran dan pulang kampung sudah saling identik. Dimana Hari Raya besar tiba, niscaya bersamaan dengan datangnya momentum kembali ke kampung halaman.

Hari Raya ‘idul Fitri bermakna kembali kepada fitrah atau kesucian. Setelah berjuang melatih diri untuk kembali dan lebih mampu mengendalikan diri, lebih peduli, dan lebih berbagi kepada sesama, ‘Idul Fitri merupakan simbol kesiapan kita menghadapi 11 bulan selanjutnya dengan bekal yang lebih mantap. Kita diharapkan (dan tentu saja bermohon kepada-Nya) untuk menjadi insan yang lebih baik, di hadapan-Nya maupun dalam berlaku terhadap sesama. ‘Idul Fitri adalah sebuah kesempatan berharga untuk merestorasi spiritualitas yang terkikis seiring dengan makin ketatnya kompetisi di lingkungan metropolitan.

Sementara mudik sendiri, di samping memiliki makna spiritual, juga berkelindan di dalamnya aspek budaya, sosial, ekonomi, hingga politik. Umar Kayam (2002) menyebutkan bahwa mudik telah terjadi berabad-abad lalu yang awalnya merupakan tradisi primordial masyarakat. Di masa kini, mudik sudah menjadi tradisi tahunan sebagian masyarakat kita, terutama bagi mereka yang mengadu peruntungan di luar daerahnya, terutama di kota-kota besar.

Mudik juga merupakan saat kita berkumpul dan bercengkrama kembali dengan sanak saudara serta tetangga dan masyarakat kita di kampung, tempat asal-muasal kita. Mudik memungkinkan interaksi antara masyarakat yang tinggal di kota dengan masyarakat desa dan membangun kesadaran serta kesetiakawanan sosial.

Mudik juga ternyata membawa dampak ekonomi luar biasa. Ia tidak hanya menjadi motivasi bagi sebagian masyarakat yang membayangkan diri akan kembali ke kampung halamannya di tahun yang akan datang. Mudik membuat perputaran uang yang biasanya lebih banyak bergerak di kota-kota, kini menjalar dan meruap hingga ke desa-desa, membuat perekonomian di daerah bergeliat sepanjang libur hari raya. Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi yang terjadi sepanjang masa mudik mencapai Rp. 89,4 triliun, yang dibawa sekitar 22 juta penduduk (Kompas, 15/8/2012).

Persiapan Mudik

Sejumlah proyek perbaikan jalan dan jembatan terus dilakukan menyambut mudik lebaran. Pemerintah telah mengalokasikan kenaikan anggaran perbaikan jalur mudik saban tahun. Untuk jalur pantura, misalnya, pada 2012 pemerintah menganggarkan dana perbaikan Rp1,03 triliun, naik dari 2011 yang sebanyak Rp939 miliar. Sejak sepekan terakhir, perbaikan jalan di jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat, di wilayah Cirebon dan Indramayu misalnya, secara umum telah rampung. Namun, perbaikan di titik tertentu sedikit terlambat dari target penyelesaian 14 hari sebelum Lebaran (H-14) seperti dipatok pemerintah.

Segala perbaikan dan persiapan ekstra memang menjadi keniscayaan setiap mudik. Jumlah pemudik tiap tahun bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Ditjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan kali ini bahkan memprediksi jumlah penumpang dari semua jenis moda transportasi mudik naik 5,96% menjadi 15,99 juta orang dari realisasi Lebaran tahun lalu yang 15,09 juta orang.

Dari total pemudik itu, diperkirakan pengguna mobil pribadi juga naik 5,6% atau 1,6 juta kendaraan dari jumlah mobil pribadi yang mudik pada 2011 sebanyak 1,5 juta. Jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor pun diperkirakan melonjak 16,6% menjadi 2,51 juta kendaraan. Itu meningkat dari jumlah tahun lalu 2,36 juta kendaraan. Hal ini antara lain disebabkan turunnya daya angkut kereta api hingga 14 persen secara nasional. Mau tidak mau masyarakat memang menggunakan moda transportasi lain untuk mudik.

Peningkatan jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, dipastikan akan menambah kepadatan di jalur utama mudik. Selain itu, peningkatan pemudik dengan sepeda motor dikhawatirkan meningkatkan kecelakaan lalu lintas. Tahun lalu terjadi 4.482 kecelakaan sepeda motor selama mudik Lebaran atau meningkat 71,36% dari sekitar 2.600 kecelakaan pada 2010. Kecelakaan mobil pribadi meningkat 13,7% dari 780 kasus pada 2010 menjadi 855 kasus pada 2011.

Menyadari mobilitas massif pada momen mudik lebaran seperti ini, pemerintah sudah seharusnya menyediakan infrastruktur yang memadai untuk memperlancar arus mudik. Kerusakan jalan pada jalur mudik semestinya tidak perlu terjadi jika pemerintah sungguh-sungguh memahami pentingnya mudik. Ketersediaan dan kenyamanan moda transportasi seharusnya mampu mengantisipasi lonjakan penumpang. Sistem tranportasi, baik di darat, laut, maupun udara dibenahi untuk lebih menjami keselamatan dan meminimalisir potensi kecelakaan.

Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, Komisi V DPR RI yang terbagi dalam beberapa tim secara rutin memeriksa kondisi infrastruktur (ketersediaan dan kualitas jalan, jembatan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan lain-lain), armada transportasi, serta memastikan sistem transportasi dan lalu lintas di darat, laut, maupun udara telah siap, terutama dalam menyambut mudik lebaran.

Kami berharap semua upaya yang dilakukan DPR RI maupun pemerintah dapat memperlancar mudik lebaran dan memudahkan niat seluruh masyarakat untuk berkumpul dengan sanak-famili bersama keluarga di kampung halaman. Namun, kami pun menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kehati-hatian, menatati peraturan dan rambu-rambu yang ada, tetap tertib, dan mematuhi arahan petugas di lapangan agar situasi mudik tetap aman dan kondusif. Dengan demikian, ‘Idul Fitri kali ini kita dapat rayakan dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Selamat jalan, selamat berkumpul bersama keluarga.

Kami pun mengucapkan; Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1433 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita tergolong menjadi para pemenang.

Salam,

Hetifah dan Keluarga

 

 

 

 

 

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi