Rapat Kordinasi Usulan Program/ Kegiatan Pembangunan Provinsi Kaltim untuk APBN 2011

Bertempat di gedung DPR MPR RI, hari ini (Kamis/ 14/10) beberapa anggota DPR RI dan DPD daerah pemilihan (Dapil) Kaltim bertemu dengan sejumlah anggota DPRD dan pejabat dari Kaltim. Mereka melakukan rapat koordinasi dalam rangka pengajuan usulan program maupun kegiatan yang akan dilakukan di tahun 2011.

Dalam pertemuan mengajukan proposal beberapa proyek yang akan diprioritaskan di Kaltim. Total anggaran proyek-proyek tersebut senilai Rp 24,455 triliun. Angka tersebut terdiri dari proyek prasarana jalan dan jembatan lintas Kalimantan senilai Rp 19,076 triliun; prasarana SD air (Rp 1,383 triliun); perumahan dan pemukiman (Rp 73,230 miliar); perhubungan darat, sungai, danau, dan penyebrangan (Rp 237,969 miliar); perhubungan laut (Rp 287,700 miliar); dan prasarana perhubungan udara (Rp 3,396 miliar).

“Pada prinsipnya, anggota DPR RI dan DPD siap memperjuangkan. Namun demikian, komunikasi antara DRRD di Kaltim dan DRP RI seringkali terlambat, sehingga pengajuan dana untuk APBN mepet,” ujar anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP..

Tambah Hetifah, banyak sekali kegiatan yang harus dikelola pusat dan di daerah.. Harusnya pusat (DPR) maupun daerah (DPRD) harus singkron. Masalahnya kalau tidak ada komunikasi, prioritas-prioritas tersebut sering terlewat dalam anggaran, apalagi anggaran terbatas yang menjadi prioritas. Selama ini, DPRD mungkin hanya mengandalkan komunikasi dengan Departemen PU atau Departemen Pertanian. Itulah yang membuat anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim tidak bisa mengawal usulan-usulan.

Selama ini yang berjalan di pusat adalah forum DPD RI dan DPR RI, sementara DPRD-nya belum. Hetifah berharap, momentum pertemuan Rapat Koordinasi Usulan Program/ Kegiatan Pembangunan Provinsi Kaltim untuk APBN 2011 hari ini (Kamis/ 14/10) bisa dijadikan langkah awal untuk koordinasi antara DPR, DPD, maupun DPRD.

“Sebab sayang sekali jika banyak kegiatan yang seharusnya bisa dilakukan di daerah, tidak didukung oleh pusat,” jelas Hetifah. “Jadi sekali lagi, harus singkron. Wong di sini saja terkadang DPD dan DPR saja belum tentu sering berkomunikasi, apalagi kalau DPRD yang ada di Dapil?”

Menurut Hetifah, Rumah Aspirasi yang beberapa waktu lalu sempat diusulkan, sebetulnya bisa menjadi jembatan komunikasi daerah dan pusat. Namun sayang, belum juga diwujudkan, Rumah Aspirasi sudah mendapat kritik tajam oleh sebagian besar orang, termasuk sebagian kalangan di DPR sendiri.

Namun saya melihat, hal ini sebagai sesuatu hal yang juga sensitif, karena berkenaan dengan istilah “calo anggaran”. Kami sebagai anggota DPR RI yang niatnya ingin membantu mengawal anggaran daerah, malah dianggap “calo anggaran”.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

  2. Ibu Hetifah yang terhormat, saya adalah warga Bontang Kalimantan Timur, sering menggunakan jalan poros Samarinda Bontang karena tuntutan pekerjaan namun alangkah sengsara nya saya dan saya yakin orang lain yang menggunakan jalan tersebut karena kondisi jalan yang banyak lubang dan tidak layak disebut dengan jalan negara yang terletak di propinsi yang kaya raya seperti Kalimantan Timur untuk itu ibu sebagai wakil kami di parlemen dan membidangi perhubungan mohon diusulkan kepada pemerintah untuk perbaikan jalan tersebut. apabila ibu minta saya bisa berikan datanya secara langsung melalui video yang bisa saya upload ke youtube kalo ibu minta atau sekali kali turunlah ibu kelapangan naik mobil dari samarinda ke bontang sekalian tembus ke sangatta, silakan ibu rasakan sensasinya dan bandingkan dengan infrastruktur di jawa

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya Lulusan SMK dan SMA di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi. Bisakah kami meminta audiensi dengan ibu, terkait program pemerintah untuk membangun SDM yang berkualitas, kompetitif dan mampu bersaing dengan negara lain dan memperoleh bonus demografi, Demikian bu, harapan kami ibu dapat berkenan meluangkan waktu untuk kami. Wassalamu'alaikum wr wb. -Safril-

Lihat semua aspirasi