Perundang-undangan Sterilkan Pramuka dari Politik, Golkar Upayakan Payung Hukum

Jumat, 21 Mei 2010

JAKARTA (Suara Karya): Partai Golkar beranggapan perlu payung hukum untuk menjamin gerakan pramuka bukan organisasi politik dan bukan bagian dari lembaga atau partai politik. Penegasan ini penting untuk menjawab kekhawatiran munculnya gerakan kepanduan yang dilahirkan parpol dan organisasi kemasyarakatan (ormas) saat ini. Demikian mengemuka dalam audiensi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Kelompok Fraksi (Poksi) X Fraksi Partai Golkar DPR, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (20/5).

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua DPP Partai Golkar bidang Pendidikan Indra Bambang Utoyo, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof DR dr Azrul Azwar, dan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Musfihin Dahlan. Dari jajaran Poksi X DPR FPG, hadir Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Azwar, Hetifah, dan Selina Gita. Sementara dari jajaran DPP Partai Golkar, hadir Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, Dwie Aroem Hadiatie, dan Fakhri P Sudjana.

“Kita tidak menghendaki gerakan kepramukaan terkooptasi oleh politik atau partai politik. Karena gerakan kepramukaan sifatnya adalah kebangsaan. Makanya dalam pembicaraan RUU Pramuka, hal ini harus menjadi dasar semuanya, sehingga kalau Undang-undang ini disahkan, tujuan awal gerakan pramuka bisa terjaga,” kata Indra Bambang Utoyo. Menurut Indra ada beberapa alternatif solusi terkait munculnya saat ini gerakan kepanduan yang dibidani partai politik dan ormas.

“Dibiarkan saja mereka (parpol dan ormas-Red) membuat gerakan kepanduan tapi tidak masuk dalam gerakan kepramukaan seperti yang ada di UU. Tapi yang terbaik adalah semua bisa menjadikan gerakan kepramukaan tapi basis induk organisasinya ada pada gerakan kwartir nasional,” ujarnya. Saat ditanya sikap bagaimana rekomendasi DPP Partai Golkar ke FPG DPR untuk pembahasan RUU ini, Indra mengatakan untuk hal itu masih harus terlebih dahulu dibicarakan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

“Tapi rasa-rasanya apa yang disampaikan Gerakan Pramuka, batinnya sejalan dengan Partai Golkar. Kita tinggal tunggu keputusan dari Ketua Umum Golkar,” ujarnya.

Gerakan Independen

Sementara itu, Rully Chairul Azwar mengatakan, pembahasan RUU Pramuka jangan sampai menghilangkan esensi dari gerakan pramuka itu sendiri, yakni sebuah gerakan nonpolitis dan independen. Menurut dia, usulan RUU ini adalah bentuk kompromi pada saat itu dimana ada kepanduan dan pramuka.

“Ada semangat mengakomodir pluralisme dari gerakan yang eksis di bawah parpol masing-masing sam halnya juga seperti yang ada di NU dan Muhammadiyah. Tapi kita akan tinjau apakah ini akan menghilangkan esensi kebersamaan. Semuanya akan kita bahas ini di Panja Komisi X DPR,” ujarnya.

Menurut dia, RUU Pramuka saat ini sudah ada di Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk masuk dalam tingkat paripurna untuk pengesahan menjadi UU inisiatyif. “Setelah menjadi inisiatif, resmilah dibentuk Pansus. Dan nantinya Pansus ini yang akan bicara masalah isinya dan bisa saja ada perubahan-perubahan dalam isi RUU itu,” ujarnya.

Sementara Azrul Azwar berharap gerakan pramuka cuma ada satu dan tidak ada gerakan-gerakan lain yang mengatasnamakan kepanduan. “Dalam draft (RUU Pramuka-Red) kemungkinan bisa lebih dari 100 gerakan kepanduan, ini kan tidak baik. Kita ingin pramuka cuma ada satu. Terbentuknya pramuka di dunia ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bukan untuk dipecah belah,” katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada Partai Golkar untuk mendukung gerakan kepanduan cuma ada satu yakni gerakan pramuka. “Pramuka bukanlah gerakan politik, silakan saja ormas atau parpol bikin gerakan kepemudaan tapi jangan menggunakan format kepanduan karena diseluruh dunia format kepanduan itu sifatnya baku,” katanya. (M Kardeni)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi