hetifah_20170208_173209

Perlu Badan Pelaksana untuk Tunjukkan Keseriusan Perpindahan Ibukota

 

TRIBUNKALTIM.CO – Hetifah Sjaifudian, Anggota Komisi II DPR RI , menganggap bahwa perpindahan adalah suatu keharusan, karena kondisi Jakarta yang sudah sangat padat.

Sehingga jangan sebatas wacana. Perlu keseriusan karena perpindahan ibukota tidak gampang.

“Contoh saja di ibukota negara Malaysia, Putra Jaya. Sampai sekarang jam kerja di sana hanya sampai jam 12.00 siang. Lewat dari jam 19.00 malam kawasan tersebut sepi dan tidak bernyawa. Atau di Indonesia seperti perpindahan ibukota Provinsi di Maluku Utara dari Ternate menjadi Sofifi, yang tidak beres hingga sekarang. Belum ada yang berhasil dalam arti belum sempurna,” terang Hetifah yang merupakan lulusan Planologi ITB.

Untuk itu perlu langkah-langkah yang konkret tidak sekedar wacana. Tidak sekadar kajian, tetapi bisa langsung menunjuk kementerian lain sebagai pelaksananya.

“Kerja sama antar kementerian harus dimulai saat ini. Bappenas melakukan kajian awal, kemudian bisa menunjuk Kementerian ATR/BPN untuk melaksanakan pengecekan dan persiapan lokasi dari sisi tata ruang serta pertanahan.” tambah Hetifah.

Selain itu, terkait lokasi calon ibukota yang berada di Kalimantan seperti Kalteng, Kalsel, dan Kaltim, Hetifah yang merupakan anggota DPR RI Dapil Kaltim dan Kaltara, menambahkan bahwa Kaltim layak menjadi lokasi yang tepat karena posisinya tepat berada di tengah nusantara.

“Dari segi akses darat, laut, dan udara Provinsi Kaltim lebih tepat. Ditambah rasio yang kecil terkena bencana alam, lahan masih luas, masyarakat yang beragam dan terbuka terhadap perubahan, dilewati alur pelayaran ALKI 2 dan alur penerbangan nasional dan internasional, serta kontribusi yang besar selama ini terhadap pemerintah pusat.” tutup Hetifah.

*) sumber : Tribun Kaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi