2013-09-dak-pariwisata

Maksimalkan DAK untuk Sektor Pariwisata Tanah Air

Cipta Award 2013 untuk Kabupaten Berau, melalui upaya pengelolaan Pulau Kakaban yang dianggap ramah lingkungan dan berbasis masyarakat, menjadi catatan tersendiri dalam deretan prestasi Kaltim di tingkat nasional. Penghargaan ini juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat atas penetapan kawasan pertumbungan ekonomi industri pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Prestasi itu patut terus mendapat perhatian serius. Baik dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan dan pariwisata, Hetifah, saat ditemui di sela-sela malam anugerah Cipta Award 2013, Jumat (27/9) lalu.

Menurut Hetifah, apa yang telah diraih pemerintah dan masyarakat Berau ini patut diapresiasi. Ia berharap, prestasi tersebut menjadi motivasi, tidak hanya bagi Berau, tapi juga seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Terlebih seluruh daerah di Kaltim memiliki objek wisata alam, budaya maupun objek wisata buatan. Semua berpotensi meraih penghargaan di tingkat nasional. “Prestasi ini kami harap mendorong seluruh kabupaten dan kota untuk aktif ambil bagian dalam penilaian cipta award. Apalagi seluruh daerah di Kaltim memiliki potensi pariwisata yang bagus,” ungkapnya.

Disinggung apa yang akan diberikan pusat untuk pembangunan kepariwisataan di daerah, Hetifah mengatakan, sinergi pembangunan dari pusat daerah tetap harus diperkuat. Dukungan pengembangan infrastruktur di kawasan objek wisata harus menjadi perhatian serius. DPR RI akan terus memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan di Kaltim.

Saat ini, DPR RI bersama seluruh kementerian tengah membahas dana alokasi khusus (DAK) yang akan diserahkan ke daerah. Menurutnya, DAK bisa menjadi salah satu pendorong pembangunan kepariwisataan. Tidak harus melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, namun juga melalui beberapa kementerian. Seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan beberapa kementerian lain. “Namun, arahnya kami perjuangkan untuk membangun dan pengembangan daerah kepariwisataan,” ungkapnya.

Hetifah mengakui, beberapa objek wisata di Kaltim masih tertinggal jauh karena pengelolaannya belum maksimal. Pembangunan fasilitas pariwisata di pulau tak berpenghuni, menurutnya masih harus ditingkatkan. Salah satunya berupa pembangunan dermaga yang lebih baik maupun ketersediaan beberapa fasilitas lainnya. “Ini yang coba kami perjuangkan, termasuk meminta pemerintah pusat untuk meningkatkan DAK ke arah pengambangan pariwisata,” tandasnya.

Disadur dari: KaltimPost dan SamarindaPost

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi