WhatsApp Image 2017-02-13 at 10.58.32 (1)

Perempuan Harus Lebih Cerdas Tangkal Hoax

 

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 30 orang pengurus Gerakan Perempuan (GePe) organisasi masyarakat (ormas) Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) mendatangi gedung Nusantara 2 DPR RI Jakarta, Senin 13 Februari 2017. Mereka yang baru dilantik Kamis 2 Februari 2017 itu mengikuti seminar yang bertajuk “Mewujudkan pers yang independen dan netral sebagai salah satu upaya penanggulangan berita palsu (hoax)”.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Golkar, menghadirkan pembicara di antaranya: Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara; Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo; pakar media sosial, Nukman Luthfie ; dan wartawan senior, Budiarto Shambazy. Acara dimoderatori Tantowi Yahya.

Dalam acara yang berlangsung 4 jam tersebut, sejumlah pengurus GePe Ormas MKGR tampak serius mengikuti acara tersebut. Hetifah Sjaifudian, sebagai Ketua umum GePe Ormas MKGR, menekankan bahwa materi dalam seminar ini sangat penting, tak terkecuali bagi perempuan, karena media online dan media sosial sudah menghegemoni hidup kita sehari-hari.

“Banyak muatan negatif dan tidak terpercaya atau muncul begitu saja ke ranah privat, melalui telefon seluler. Sadar tidak sadar, kita sering secara instan ikut menyebarluaskannya,” kata Hetifah.

Selain itu, Hetifah yang juga anggota DPR RI komisi 2 ini, mengimbau agar ke depan kita harus lebih cerdas dalam menilai dan menyelidiki berita. Masyarakat, terutama perempuan sudah seharusnya tak sembarang menyebar berita yang bersifat menghasut, pornografi, ada unsur penipuan, SARA,  kekerasan, tidak masuk akal, dan tidak bermanfaat.

“Selidiki dulu kebenaran informasi, baru kita sebarkan jika kita yakin informasi itu bermanfaat untuk orang lain,” kata Hetifah.

*) sumber : Pikiran Rakyat

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi