<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pendidikan Karakter Jangan Sampai  Menjadi Slogan</title>
	<atom:link href="http://hetifah.com/artikel/pendidikan-karakter-jangan-sampai-menjadi-slogan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hetifah.com/artikel/pendidikan-karakter-jangan-sampai-menjadi-slogan.html</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 01:05:36 +0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: F.Andriyani</title>
		<link>http://hetifah.com/artikel/pendidikan-karakter-jangan-sampai-menjadi-slogan.html/comment-page-1#comment-1304</link>
		<dc:creator>F.Andriyani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 06:58:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hetifah.com/?p=498#comment-1304</guid>
		<description>sesungguhnya pendidikan bagi generasi bangsa aalah tanggungjawab ari semua komponen dalam Bangsa ini. Pendidikan karakter masuk dalam kurikulum sekolah tentu baik, tetapi lebih baik lagi kalau pendidikan karakter ini sudah dimulai dari dalam keluarga, melalui pembiasaan-pembiasaan nilai-nilai sopan santun, religiusitas, berfikir positif, pengendalian diri, sabar, mengerti dan mamahami orang-orang di sekitarnya, dan mash banyak lagi nilai-nilai yang sesungguhnya telah dimiliki oleh bangsa ini sejak dulu kala namun saat ini tergerus oleh teknologi yang tidak diimbangi dengan kesiapan SDM. Artinya, pengenalan teknologi sejak dini itu baik tetapi seorang anak harus diberi bekal pengertian bahwa dibalik kemajuan teknologi yang berdampak memudahkan segala hal, pasti ada sisi negatifnya, apabila salah pengunaanya. Satu contoh: Memberikan fasilitas handphone pada anak, dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi dengan orangtua, guru atau mungkin teman (Bilamana perlu). Tetapi karena anak tidak diberi pengertian akan sisi negatifnya maka dengan tanpa merasa salah, si anak mendownload dan menyimpan film-film blue, kemudian menontonnya, dan parahnya kemudian mencoba menirunya.
Artiya: Pendidikan karakter masuk di kurikulum kalau tanpa diimbangi dengan pembiasaan nilai2 kehidupan yang baik, di rumah.lingkungan maupun sekolah, adalah NONSEN......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesungguhnya pendidikan bagi generasi bangsa aalah tanggungjawab ari semua komponen dalam Bangsa ini. Pendidikan karakter masuk dalam kurikulum sekolah tentu baik, tetapi lebih baik lagi kalau pendidikan karakter ini sudah dimulai dari dalam keluarga, melalui pembiasaan-pembiasaan nilai-nilai sopan santun, religiusitas, berfikir positif, pengendalian diri, sabar, mengerti dan mamahami orang-orang di sekitarnya, dan mash banyak lagi nilai-nilai yang sesungguhnya telah dimiliki oleh bangsa ini sejak dulu kala namun saat ini tergerus oleh teknologi yang tidak diimbangi dengan kesiapan SDM. Artinya, pengenalan teknologi sejak dini itu baik tetapi seorang anak harus diberi bekal pengertian bahwa dibalik kemajuan teknologi yang berdampak memudahkan segala hal, pasti ada sisi negatifnya, apabila salah pengunaanya. Satu contoh: Memberikan fasilitas handphone pada anak, dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi dengan orangtua, guru atau mungkin teman (Bilamana perlu). Tetapi karena anak tidak diberi pengertian akan sisi negatifnya maka dengan tanpa merasa salah, si anak mendownload dan menyimpan film-film blue, kemudian menontonnya, dan parahnya kemudian mencoba menirunya.<br />
Artiya: Pendidikan karakter masuk di kurikulum kalau tanpa diimbangi dengan pembiasaan nilai2 kehidupan yang baik, di rumah.lingkungan maupun sekolah, adalah NONSEN&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

