Hetifah: Pemerintah Pusat Harus Turun Tangan Selesaikan Masalah Jembatan Kukar

Peristiwa 26 November 2011 yang lalu tidak hanya merenggut korban jiwa dan mengakibatkan kerugian materiil yang tidak sedikit, namun juga memicu perubahan pola mobilitas orang dan barang, terutama terkait dengan kegiatan pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan, perdagangan, perkebunan dan pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya. Dampak tersebut diperkirakan akan terus berlangsung selama beberapa tahun ke depan, sampai berdirinya kembali jembatan baru yang menggantikan jembatan yang runtuh tersebut.

Selama 10 tahun beroperasi, jembatan tersebut menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat di sekitar. Manfaat yang sangat dirasakan adalah menjadi pendukung mobilitas keseharian masyarakat karena mampu mereduksi jarak dan waktu tempuh perjalanan dari wilayah Tenggarong ke Samarinda, ataupun Kutai Barat ke Samarinda, maupun sebaliknya. Runtuhnya jembatan berdampak tidak hanya pada aspek ekonomi masyarakat kecil; misalnya pedagang serta masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonomi pada aktivitas pariwisata di sekitar jembatan maupun di wilayah lainnya, bahkan menghilangkan ruang publik yang biasa digunakan masyarakat, tua dan muda, untuk berekreasi maupun berekspresi. Jembatan penghubung tenggarong dan tenggarong selatan ini pun mengganggu kegiatan koordinasi pemerintahan.

Untuk mobilitas barang dan orang, masyarakat kini menggunakan perahu tradisional milik masyarakat dan ferry yang disediakan pemerintah (gratis dan beroperasi 1 jam sekali hingga hingga jam 5 sore), atau memutar melalui jalur Loa Janan yang memakan waktu minimal 1 jam lebih lama. Jalur alternatif ini sering macet karena banyaknya kendaraan yang kini sama-sama ingin menggunakannya.

Sisa-sisa reruntuhan jembatan masih berada di dasar sungai. Hal ini menghambat kapal-kapal yang membawa batubara sehingga proses pengiriman terganggu. Selain itu, puluhan mobil besar dan kecil, maupun motor dan kendaraan lainnya yang masih berada di dasar sungai juga menimbulkan kekhawatiran lain. Akibat dari proses evakuasi sesaat setelah kejadian maupun hingga kini yang tidak optimal, berapa persis jumlah kendaraan yang ikut tenggelam atau jumlah orang yang turut hilang pun masih belum valid (terdapat banyak versi).

Menanggapi laporan hasil investigasi tim independen atas runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara yang disampaikan hari ini pada sidang komisi V DRP RI, kami berpandangan, runtuhnya jembatan harus benar-benar kita jadikan bahan pelajaran penting dalam perencanaan pembangunan hingga pemeliharaan jembatan maupun infrastruktur lainnya di masa yang akan datang. Tragedi ini merupakan ‘pengorbanan’ masyarakat Kutai Kertanegara yang tidak boleh dianggap sepele. Faktor Lack-of-knowledge dan kurangnya pengawasan seperti ini tidak boleh terulang. Untuk itu, harus ada upaya yang serius untuk menyelesaikan dan memperbaiki hal tersebut, baik di level pusat maupun kabupaten/kota.

Untuk itu, kami berpendapat perlu diambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pemerintah pusat harus turun tangan. Hingga saat ini, anggaran dari pusat sangat tidak optimal, baik dalam hal evaluasi, evakuasi, hingga pembangunan kembali jembatan di Kutai kertanegara. Ketika Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kesulitan dalam penganggaran evakuasi, perubuhan pylon, dan pembangunan jembatan baru, pemerintah pusat sudah seharusnya tidak tinggal diam.
  2. Perlu segera dibangun kembali jembatan di Kutai Kertanegara. Sebab, ketiadaan jembatan ini jelas berdampak pada biaya ekonomi yang semakin tinggi dan terganggunya kehidupan sosial masyarakat serta pemerintahan.
  3. Penegak hukum harus memproses secara transparan dan akuntabel semua pelanggaran hukum yang mengakibatkan runtuhnya jembatan Kutai Kertanegara dan menimbulkan banyak korban fisik dan jiwa. Ini terutama untuk menjamin adanya penegakan hukum pada pembangunan infrastruktur.
  4. Pemerintah mesti benar-benar memperhatikan korban. Untuk hal ini, kami mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara dan pemerintah provinsi yang sudah cukup tanggap dalam memberikan santunan dan perhatian kepada korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Namun, harus tetap dipastikan agar tidak ada yang tercecer.

Semoga tragedi Jembatan Kutai Kertanegara merupakan yang terakhir dan dapat menjadikan pelajaran berharga bagi semua pihak.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

  2. Selamat Hari Kartini untuk Ibu Hetifah Semangat dan Teruslah mendorong keterlibatan peran perempuan dalam keterwakilannya di Parlemen. Sebab tanpa perempuan, maka demokrasi kita masih stagnan. Salam Kartini Indonesia !!! Selamat Berjuang ! Selamatkan Perempuan Indonesia dari Ketertindasan...

Lihat semua aspirasi