Pasar Seni ITB: Serba Sepuluh

Pasar Seni ITB kembali digelar. Dengan mengambil tema “Sesuatu Yang Terlupakan”, pasar seni tahun ini dimeriahkan oleh pertunjukan dari 72 unit kesenian mahasiswa yang terdapat di kampus Ganesha, Bandung ini. Salah satu unit kesenian yang tampil adalah Maha Gotra Ganesha yang didirikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik.

Selain pertunjukan kesenian, Pasar Seni ITB juga diramaikan oleh 350 stand penjual karya seni, 70 stand kuliner, 7 wahana permainan dan pertunjukan, serta dua panggung musik. Kabarnya, perhelatan ini menghabiskan biaya hingga Rp 1 miliar.

web127 Pasar Seni ITB: Serba Sepuluh
Salah satu kesenian yang dipawaikan di acara pembukaan Pasar Seni ITB 2010.

Berbagai wahana unik yang meramaikan gelaran Pasar Seni ITB mulai dari zona tanpa sinyal hingga air doa bisa ditemui di 8 titik yang menjadi lokasi pasar seni. Wahana Menara Jamming di zona No Network Coverage. Di sini pengunjung akan kehilangan sinyal telepon seluler mereka. Area ini merupakan karya mahasiswa Seni Rupa dan Teknik Elektro ITB.

Mahasiswa Teknik Mesin ITB mewujudkan kreasinya dalam Wahana Tamasamasya. Wahana ini menghasilkan Kamar Vibrator dan Lorong Ilusi Waktu. “Kamar Vibrator itu semacam simulasi gempa. Seperti apa kamar vibrator, datang saja ke pasar seni. Suprise hanya untuk pengunjung,” ujar juru bicara panitia Pasar Seni ITB Maharani Mancanegara.

Ada pula Bamboo Beat yang akan menyatukan permainan musik angklung dengan digital komputer buah pikir dari mahasiswa Teknik Informatika ITB. Dalam zona seni tradisi, mahasiswa dan petani serta Dosen Teknik Kimia Mubyar Purwasasmita berupaya menanam padi di dalam pot kantong plastik. Kemudian kreasi bersama mahasiswa berbagai program studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB hadir dalam Wahana Neraka dan Museum Masa Depan.

web227 Pasar Seni ITB: Serba Sepuluh
Karya Rosyid “Alat-Alat Pertanian”. Mengingatkan kita, agar jangan meninggalkan pertanian, karena jika ditinggalkan, Indonesia akan selalu import beras.

Wahana Air Doa menjadi salah satu hal yang menarik. Wahana ini banyak melibatkan mahasiswa dari jurusan Kimia, Biologi, Mikrobiologi, Teknik Lingkungan, Geodesi, Mesin, dan Teknik Kimia. Air tersebut berasal dari titik-titik air yang ada di Bandung dan telah didoakan oleh warga. Pengunjung bisa menikmatinya langsung di Pasar Seni ITB 2010.

Sebagai alumni ITB, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP menilai, Pasar Seni ITB adalah bentuk konkret penciptaan media kreatif sebagai alat komunikasi yang mempertemukan seniman dan industri kreatif dengan konsumen dan penikmat.

Berbagai seniman, turut andil dalam Pasar Seni ITB 2010 ini. Mereka memamerkan hasil karya seni mereka. Menurut Tempo Interaktif (Senin/ 11/10), karya seniman ternama dari Bandung seperti Jeihan Sukmantoro dan Sunaryo, laris manis. Sepuluh lukisan Jeihan ludes dalam setengah jam.

Menurut seorang anak Jeihan, Asasi Andi, seluruhnya ada 11 lukisan yang dibuat Jeihan khusus untuk dijual di Pasar Seni ITB ke-10 kali ini. Sepuluh lukisan langsung diborong selama setengah jam.

Adapun satu lukisan terakhir yang rencananya akan disimpan sebagai koleksi Jeihan, akhirnya ikut dijual juga. “Semuanya rata seharga Rp 25 juta,” katanya kepada Tempo.

Seluruh lukisan tersebut masih berciri khas Jeihan, yaitu perempuan dengan mata hitam. Ukuran masing-masing kanvas 70 x 70 sentimeter.

web316 Pasar Seni ITB: Serba Sepuluh
Inilah patung 3 Mojang yang dibongkar.

Sedangkan perupa Sunaryo, berhasil melelang gambarnya yang memakai charcoal dan akrilik berukuran 120 x 140 sentimeter itu seharga Rp 330 juta. Karya tentang seorang perempuan penari Bali yang berjudul “Sebelum Pentas” tersebut jatuh ke tangan Trisnachandra.

Kolektor asal Jakarta itu menurut Yus Herdiawan dari Selasar Sunaryo Art Space, mengungguli tawaran 18 peminat lainnya. “Dilelang karena peminatnya banyak,” ujarnya di lokasi acara. Selain itu, 180 karya cetak grafis Sunaryo seharga Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta pun ludes dalam hitungan jam.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pasar Seni ITB ini memang benar-benar menarik minat banyak pengunjung. Tak cuma dari Bandung, tetapi berbagai kota, bahkan dari luar negeri. Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, ribuan pengunjung langsung menyerbu arena. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Pasar Seni ITB Indra Audi Priatna, pengunjung Pasar Seni ke-10 kali ini diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

“Pasar seni ITB ke 10, pada 10-10-10, di ITB jalan Ganesha No. 10 dan hanya berlangsung 10 jam saja,” ungkap Maharani. Tahu dong mengapa menggunakan angka “10”? Sebab tanggal berlangsung Pasar Seni ITB ini bertepatan dengan tanggal, bulan dan tahun yang bernomor “10”, yakni 10 dibulan 10 dan tahun 2010. Jadi serba sepuluh.

Salah satu yang menyedot perhatian adalah potongan Patung 3 Mojang karya I Nyoman Nuarta. Patung ini ditempatkan di depan pintu masuk ITB. Masing-masing mojang terpisah satu sama lain. Bahkan tangan mereka dipisahkan dari badan dan dibiarkan tergolek di aspal.

Di samping Patung 3 Mojang yang terbuat dari logam itu, ada spanduk besar yang berisi surat-surat dari Walikota Bekasi yang meminta perumahan Kota Harapan Indah Bekasi menurunkan Patung 3 Mojang itu pada Juni 2010 lalu, karena diprotes oleh Front Pembela Islam (FPI). Ada pula foto-foto pada saat patung ini didirikan di tengah perumahan itu dan saat pembongkaran.

“Event ini selalu ditunggu dan sangat menunjang pariwisata kota Bandung dan sekitarnya,” komentar Hetifah yang kini menjabat sebagai Ketua Alumni Planologi ITB (API) tahun 2008-2013 ini. “Pasar Seni ITB ini juga memberi nilai tambah pada ikon Bandung sebagai kota kreatif.”

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

  2. Ibu Hetifah yang terhormat, saya adalah warga Bontang Kalimantan Timur, sering menggunakan jalan poros Samarinda Bontang karena tuntutan pekerjaan namun alangkah sengsara nya saya dan saya yakin orang lain yang menggunakan jalan tersebut karena kondisi jalan yang banyak lubang dan tidak layak disebut dengan jalan negara yang terletak di propinsi yang kaya raya seperti Kalimantan Timur untuk itu ibu sebagai wakil kami di parlemen dan membidangi perhubungan mohon diusulkan kepada pemerintah untuk perbaikan jalan tersebut. apabila ibu minta saya bisa berikan datanya secara langsung melalui video yang bisa saya upload ke youtube kalo ibu minta atau sekali kali turunlah ibu kelapangan naik mobil dari samarinda ke bontang sekalian tembus ke sangatta, silakan ibu rasakan sensasinya dan bandingkan dengan infrastruktur di jawa

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya Lulusan SMK dan SMA di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi. Bisakah kami meminta audiensi dengan ibu, terkait program pemerintah untuk membangun SDM yang berkualitas, kompetitif dan mampu bersaing dengan negara lain dan memperoleh bonus demografi, Demikian bu, harapan kami ibu dapat berkenan meluangkan waktu untuk kami. Wassalamu'alaikum wr wb. -Safril-

Lihat semua aspirasi