Niat Melestarikan Namun Terbentur Biaya

Begitulah realitas yang terjadi di Maluku Utara (Malut). Persoalan klasik ini muncul di Provinsi dengan ibu kotanya Ternate ini. Masalah pelestarian cagar budaya misalnya. Pemeritah Provinsi (Pemprov) merasa terbentur biaya. Padahal selain harus dilestarikan sebagai warisan budaya, selama ini cagar-cagar budaya bisa menjadi objek wisata penghasil devisa. Setidaknya ada 41 cagar budaya yakni benteng peninggalan sejarah sejak zaman Portugis dan Belanda, tapi tidak terawat. “Saya menyaksikan sendiri benteng Oranye dalam keadaan kumuh dan tidak terpelihara,” ujar anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian dalam kunjungan kerja di Malut pada Senin (20/12) kemarin. meriam dalam benteng Oranye Niat Melestarikan Namun Terbentur Biaya Benteng Orange dibangun pada tahun 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge (Belanda) dan diberi nama oleh Francois Witlentt pada tahun 1609 di Kota Ternate, Malut. Pernah pula menjadi pusat pemerintahan VOC dibawah Gubernur Jendral Jan Pieter Both, Herald Reyist, Laurens Real dan J. C. Coum. Benteng Oranye ini semula berasal dari bekas sebuah benteng tua yang dibangun oleh Bangsa Portugis dan dihuni oleh orang Melayu, sehingga diberi nama benteng Melayu. Saat ini benteng ini ditempati oleh kesatuan POLRI sebagai asrama dan klinik, serta menjadi barak Angkatan Darat. Kabarnya, Benteng yang luasnya 2,7 hektar ini akan dipugar oleh Pemda dan dijadikan taman kota, taman budaya, dan taman bacaan masyarakat. Sebelumnya Budayawan memprotes keinginan Pemda tersebut, namun Budayawan tak berdaya. Biaya relokasi 236 KK sangat besar. Butuh Rp 30 milyar. Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Malut, saat ini setidaknya ada 41 benteng di Maluku Utara, di luar benteng Tolukko yang terkenal itu. Salah satunya yang sudah terpugar adalah Benteng Kalamata. Kepala Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Laode Aksa terus berupaya mengadvokasi upaya pemugaran benteng-benteng ini. Walau di tengah keterbatasan anggaran, hal tersebut bukan tugas mudah. Selain wisata benteng, di Kepulauan Maluku mempunyai banyak sekali obyek wisata, antara lain obyek Wisata Alam (Gunung Gamalama, Danau Tolire, dll), Wisata Sejarah (Istana Kesultanan Ternate, Museum Sonyine Malige), Wisata Budaya (upacara adat Kololie Kie), Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, dan Wisata Belanja.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bapak iskandar yang baik.. mhn info Bapak di daerah mana ya? Terima kasih, salam sy utk keluarga

  2. Salam .... Yth ibu Hetifah, Saya atas nama alm. papa saya ingin Menyumbangkan majalah ilmu pengetahuan (koleksi Intisari) untuk daerah pedalaman. Kiranya ibu lebih tau daerah mana yg membutuhkan, maka saya akan sumbangkan majalah tersebut. Mohon kabari ke email saya. Terimakasih

  3. berhubungan dengan musim tanam padi kami sangat berharap bantuan pintu air sudi kiranya ibu bisa membantu untuk menunjang perekonomian kami.

Lihat semua aspirasi