17golkar

Misteri Golkar; Sofyan, Makmur atau Hetifah?

 

KLIKBONTANG.COM– Partai Golkar hingga kini belum juga menentukan calon yang akan diusung di pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Belum ada sikap resmi dari DPP Partai Golkar, siapa yang diusung hingga hari pertama pendaftaran pasangan Calon di KPU, Senin (8/1/2018).

Nama-nama dari kader ‘Beringin’ pun mencuat. Diantaranya, Sofyan Hasdam (mantan Walikota Bontang), Makmur HAPK (mantan Bupati Berau), dan Hetifah Sjaifuidan (anggota DPR RI Komisi II Dapil Kaltim dan Kaltara, sekaligus Wasekjen DPP Partai Golkar),

DPD-DPD II se-Kaltim memutuskan untuk memajukan kader internal, bongkar pasang pasanganpun sempat menyeruak ke permukaan. Duet Sofyan Hasdam-Hetifah atau Makmur HAPK-Hetifah, atau bahkan dibalik Hetifah-Makmur atau Hetifah-Sofyan, menjadi perbincangan hangat di warung-warung kopi ataupun di kalangan politisi di Kaltim maupun pusat.

Nama Hetifah Sjaifudian mulai muncul dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang akan diusung Golkar Kaltim pada rapat yang diadakan oleh pengurus DPD I dan DPD II. Rapat tersebut diselenggarakan untuk menetapkan Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Bakal Pasangan Calon Wakil Gubernur Kaltim yang akan diserahkan sebagai rekomendasi kepada DPP Partai Golkar.

Hetifah yang berlatar belakang aktivis mendapat dukungan dari DPD-DPD II Partai Golkar se-Kaltim untuk maju menjadi Calon Wakil Gubernur. Zainuddin, Ketua DPD Golkar Kabupaten Kutai Barat menuturkan, nama Hetifah muncul bukan tanpa pertimbangan. Selain kader, ia juga berpengalaman karena sudah dua periode menjadi wakil Kaltim dan Kaltara di Senayan.

“Sosok Hetifah sudah tidak asing lagi, dia sudah sudah banyak berkiprah untuk Kaltim. Contoh saja Pemekaraan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Hetifah sangat berperan disitu,” terangnya dalam rilis yang diterima beraunews.com, Senin (08/01/2018).

Menilik ke belakang, berdasarkan kacamata sejumlah lembagai survei, Golkar sebetulnya sudah menjadi pemenang. Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara yang memiliki sosok keibuan digadang-gadang menjadi calon gubernur dengan tingkat elektabilitas tertinggi. Tetapi di tengah perjalanan, ia terkena musibah sehingga menyebabkan ia gagal dalam pencalonan.

Theresia Philipus, Ketua Himpunan Wanita Karya Kaltim (HWK) menambahkan, dari semua nama-nama calon yang muncul, setelah Rita Widyasari terkena musibah, tidak ada nama perempuan sehingga Golkar perlu mendorong hal tersebut. Sosok perempuan yang memiliki kapasitas, prestasi, dedikasi, dan tidak tercela.

“Hetifah sudah pas, selain sudah dikenal di 10 kabupaten/kota, memiliki jaringan yang luas, serta sosok yang keibuan,” katanya.

Dikonfrontir mengenai pencalonannya, Hetifah yang menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Eksekutif, Legislatif dan Lembaga Politik Di DPP Partai Golkar, tidak menampik hal tersebut. Ia menjelaskan, beberapa hari yang lalu dia diundang DPD-DPD II Partai Golkar se-Kaltim di Jakarta, dalam pertemuan tersebut Hetifah ditanya terkait kesiapan menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim.

“Iya, ditanya kesiapan. Karena ini merupakan amanah, aspirasi dan apresiasi, apapun yang nanti ditugaskan oleh partai, saya siap,” tutur Hetifah yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Ketua Umum Gerakan Perempuan Ormas MKGR.

Sementara, bagi Sofyan Hasdam ini jadi momen penting bagi Walikota Bontang dua periode itu. Pilgub kali ini menjadi kesempatan terakhir bagi Hasdam mengabdikan ilmu dan pengetahuannya bagi kemajuan Kaltim.

Menariknya, meski Hasdam sudah menebar banyak baliho bertuliskan calon Gubernur Kaltim, suami Walikota Bontang Neni Moerniaeni ini tetap realistis dalam berpolitik. Ia mengaku lebih cocok mengisi kursi cawagub. Menurunya, baliho yang terpasang di hampir seluruh kabupaten/kota hanya bertujuan mengangkat popularitas dan elektabilitas dirinya.

“Tujuannya untuk mengangkat elektabilitas. Kalau nanti hasilnya rendah dan partai tidak mendukung, secara otomatis saya tidak akan maju,” jelas Sofyan belum lama ini.

Ditanya soal motivasinya ikut pilgub, Hasdam mengaku murni terpanggil demi mengabdikan ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan Kaltim yang telah membesarkan dirinya.

Menurutnya, Kaltim yang selama ini dikenal sebagai provinsi yang kaya dengan cadangan minyak dan gas, tidak bisa lagi menggantungkan pertumbuhan ekonomi dari industri migas. Karena potensi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui tersebut pada bakal habis.

*) sumber : Klik Bontang

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu..tolong kami para guru honorer ptt SMA Negeri se Kal-Tim d bawah propinsi, upah kami hanya 1,3 jt jauh d bwh UMP 2,5 jt..dan kesejahteraan kami d bwh guru2 TK d daerah..tolong kami bu..

  2. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  3. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

Lihat semua aspirasi