Menjelang Natal, Pelabuhan Tanjung Perak Siapkan 32 Kapal

Bisnis.com, JAKARTA—Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyiapakan 32 kapal untuk melayani angkutan Natal dan Tahun Baru 2013.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, I Nyoman Gede Saputra menambahkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya para operator kapal.

“Sedikitnya akan ada 32 kapal yang siap melayani angkutan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013,” ujarnya melalui siaran pers kepada Bisnis, Kamis (20/12/2012)

Sebagian besar kapal memiliki rute menuju Indonesia Timur seperti Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua.  Adapun untuk kapal perintis melayani rute-rute pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Madura.

“Kami memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang 5% baik yang turun maupun yang naik di Pelabuhan Tanjung Perak selama musim libur Natal dan Tahun Baru mulai H-7 hingga H+7,” katanya.

Selama musim libur Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 lalu jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Tanjung Perak 28.512 orang, sedangkan penumpang yang naik 22.521 orang.

Kunjungan Kerja Komisi V

Anggota komisi V DPR RI juga melakukan peninjauan lapangan terkait kesiapan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2013 pada Kamis 20 Desember 2012.

Sembilan orang anggota Komisi V DPR RI itu diterima oleh Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Djarwo Surjanto, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, I Nyoman Gede Saputra, dan Kepala Kantor Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak, Chris P Wanda, di Kantor Pusat PT Pelindo III (Persero).

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Djarwo Surjanto menjelaskan Pelabuhan Tanjung Perak siap menerima kedatangan pemudik Natal dan Tahun Baru.

Djarwo menambahkan pihaknya telah menyiapkan Terminal Gapura Surya dan Terminal Gapura Nusantara, serta Terminal Ro-Ro sebagai lokasi kedatangan para pemudik.

“Untuk alokasi tambatan kapal kami siapkan 500 meter di Dermaga Jamrud Utara, 120 meter di Dermaga Jamrud Selatan dan 120 meter di Dermaga Ro-Ro,” ujarnya.

Fasilitas terminal penumpang Gapura Surya memiliki luas gedung 4.522 m­­ dan dapat menampung 1.000 orang. Adapun Gapura Nusantara memiliki luas gedung 4.522 m2 dengan daya tampung 1.500 orang, serta Terminal Ro-Ro memiliki luas gedung 2.866 m dengan daya tampung 700 orang.

Djarwo menambahkan pihaknya pada beberapa tahun mendatang akan membangun terminal penumpang modern dan dilengkapi dengan Garbarata.

Sumber: Bisnis.com. Libur Natal, 32 Kapal Disiapkan Pelabuhan Tanjung Perak. Diakses dari: http://www.bisnis.com/articles/libur-natal-32-kapal-disiapkan-pelabuhan-tanjung-perak

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi