Mencari Sosok Walikota Balikpapan ke Depan

Oleh: Hendra Prasetya SE

SEMUA orang melihat Kalimantan Timur daerah yang memiliki segalanya sumber daya alam yang begitu melimpah. Minyak, gas, kekayaan laut, agribisnis, mineral resources dan pariwisata. Dengan potensi alam yang sedemikian besarnya, Kaltim sudah selayaknya bangkit mengejar ketertinggalannya dari kota-kota besar  di pulau jawa. Hal ini harus segera dilakukan kalau tidak sekarang terus kapan lagi,?”

Kota Balikpapan seharusnya lebih banyak berperan sehingga begitu orang datang ke Balikpapan maka bisa merepresentasikan Kaltim secara keseluruhan. Artinya Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim tidak sekadar dilewati, tetapi benar-benar menjadi outlate sekaligus pusat  aneka ragam aktivitas  percepatan  roda perekonomian di Kaltim. Ini tugas mulia bagi Pemkot Balikpapan ke depan untuk bekerja keras dan berupaya membangun  brand atau image seperti itu.

Letak Kota Balikpapan yang sangat  strategis di Kaltim, apalagi ditunjang dengan segala insfrastruktur  dan sumber daya manusia yang relative lebih baik dibandingkan daerah lainnya di Kaltim. Pemkot Balikpapan harus segera  mereposisi diri untuk  lebih focus berupaya memperkuat pilar-pilar ekonomi kotanya agar mampu memberikan multiplier effect pada peningkatan nilai daya saing dan menumbuh kembangkan kewira-usahaan di masyarakat Balikpapan agar eksistensinya benar-benar dirasakan sebagaimana layaknya tuan di rumahnya sendiri karena mampu menjadi “link market” berbagai produk unggulan dari daerah-daerah  di sekitarnya.

Berkaitan itu, Walikota Balikpapan ke depan harus  memiliki karakter entrepreneurship yang kuat mampu melangkah lebih jauh untuk mencurahkan pikirannya dalam menciptakan terobosan-terobosan baru bagi perubahan dinamika ekonomi Kota Balikpapan ke depan. Sekaligus  memberikan imbas pada laju gerak penanaman investasi  di kabupaten/kota sekitar Balikpapan. Pola pikirnya tidak lagi berkutat sekadar bagaimana caranya menghabiskan APBD, tetapi  mampu menjadi inspirator terdepan untuk memunculkan rasa optimisme baru.

Pemkot bersama  DPRD Kota Balikpapan perlu merevisi regulasi dalam upaya  memperluas networking bagi berbagai akses kepentingan yang berkaitan dengan penguatan ekspektasi pelaku usaha agar dapat berkiprah memajukan perekonomian daerah. ”Saya bermimpi seandainya saja Kota Balikpapan memiliki kawasan  industri pengolahan bahan baku yang bahan bakunya diambil dari kabupaten/kota di sekitar Balikpapan. Hasil olahan diekspor, sehingga mempunyai added value yang lebih tinggi, termasuk membuka lapangan kerja sangat luas bagi masyarakat.

Sayangnya Kenyataan yang kita hadapi saat ini semakin membuat hati dan pikiran saya gundah. Balikpapan yang dulu dikenal sebagai oil city seperti diabaikan begitu saja Setiap hari banyak orang datang  dan pergi  dari berbagai daerah hanya sekadar lewat di Bandara sepinggan untuk keperluan weekend. Event-event penting, seperti pameran produk-produk unggulan dan pariwisata daerah justru sering dilaksanakan di hotel/mal di luar Balikpapan seperti Surabaya, Jogya, Denpasar, Jakarta,  bahkan Singapore  Di sisi lain kita terninabobokan  dengan wacana dan  predikat sebagai pintu Gerbang Kaltim.

Untuk itu ada dua solusi penting yang bias dilakukan Walikota Balikpapan ke depan, yakni:

Pertama, berupaya menginventarisasi potensi yang dimiliki Balikpapan, terutama dalam upaya memberdayakan manusianya. Harus ada target dan pola penguatan program program yang dilakukan secara terukur dan berkesinambanungan guna dimanfaatkan secara optimal mengikuti perkembangan. Bagaimana anda mau bertanding di arena globalisasi jika Anda sendiri lalai mengemas potensi diri Anda. ”Maka nonsen Anda akan menang”. Sesuai sifatnya  open market itu  melihat  profit dan efisien untuk itu  jangan cepat-cepat  terbuai dengan  gedung-gedung mewah dan menjulang kalau tidak memberikan  keuntungan.

Kedua,  selain menjalankan program rutin yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat juga  harus memilih maksimal tiga program unggulan yang startegis kemudian dikawal secara  berkesinambungan arahnya  difokus kan agar dapat  mendorong percepatan  linkage aktifitas kehidupan masyarakat pada tingkat harmonisasi, heterogenitas sosial budaya dalam karya cipta keselarasan yang melahirkan sistem ekonomi baru. Hasil kombinasi semua potensi yang  sudah tersedia selama ini sebagai modal dasar membangun  icon Balikpapan masa depan.

Dalam hal ini kalau boleh saya sarankan  segera Pemkot menata kembali pola pikirnya untuk lebih menguatkan lagi program Balikpapan menjadi  Kota Jasa, MICE dan wisata seperti yang pernah dicanangkan Walikota Balikpapan terdahulu Tjutjup Suparna. Meskipun Balikpapan relatif minim dari segi obyek wisata namun bisa mengendos  obyek-obyek pariwisata kabupaten/kota lainnya dengan cara membuat platform kerja sama secara baik.  (*)

*) Penulisa: Pemerhati kebijakan pembangunan Kota Balikpapan

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi