DSCN0096-2

Kunjungi Universitas Mulawarman, Politisi Golkar Hetifah Dorong Keterwakilan Perempuan

 

Sambil berbagi pengalaman kepada para mahasiswa dalam kunjungannya ke Universitas Mulawarman, politisi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian dorong keterwakilan perempuan di parlemen dan menjadi role model dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Pada Kamis (25/1/2018), Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia Wilayah Kaltim-tara menyelenggarakan Seminar Legislatif Mahasiswa. Seminar ini bertempat di ruang dekanat Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman.

Seminar kampus ini menghadirkan beberapa tokoh politisi. Tokoh yang hadir sebagai pembicara adalah Hetifah Sjaifudian (Anggota DPR RI), Syafruddin (Anggota DPRD Provinsi Kaltim), Jumardi (Ketua DPM KM Unmul), dan Dwi Lutfi (Forum Legislatif). Tema seminar tersebut adalah “Menciptakan Sinergitas antara Lembaga Legislatif Mahasiswa Kaltim-Kaltara Demi Mengembalikan Marwah Perjuangan Mahasiswa” Acara seminar ini dihadiri lebih dari 200 peserta.

Acara seminar berlangsung meriah karena para mahasiswa antusias mengikuti acara tersebut. Tokoh-tokoh politisi yang hadir sebagai pembicara di acara tersebut menyampaikan ilmu dan berbagi berbagai pengalaman yang telah dilalui, pemahaman tentang kegiatan sebagai legislator. Para pembicara juga memberikan dorongan dan antusiasme kepada para mahasiswa, sebagai upaya menumbuhkan semangat juang bagi para mahasiswa untuk mengarahkan perjuangannya, masuk dalam bidang politik di Indonesia.

Hetifah Sjaifudian secara khusus menceritakan pengalamannya sebelum menjadi legislator, yaitu sebagai aktivis kampus. Banyak kegiatan kampus ditekuninya, hingga menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan di Kampus ITB, Bandung. Politisi Partai Golkar ini mengatakan hal tersebut memberikan keuntungan karena mengerti fakta dan data. “Dulu Saya berkiprah sebagai aktivis kampus. Lalu lanjut aktif di LSM. Hal ini saya akui justru menguntungkan saya, karena saya menjadi terbiasa berbicara dengan fakta dan data”, papar Legislator Golkar yang mewakili dapil Kaltim Kaltara ini.

Lebih lanjut, sosok politisi perempuan Golkar ini menyampaikan, bahwa syarat perempuan untuk menjadi seorang politisi adalah memiliki passion yang besar untuk mengubah sesuatu, menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, memiliki cita-cita serta orientasi perjuangan politik.

Hetifah Sjaifudian mengungkapkan bahwa dirinya memiliki misi agar para politisi yang berkecimpung di bidang politik lebih banyak berbicara dengan data dan fakta. “Saya punya misi mendorong para pemangku kebijakan untuk dapat berbicara berdasar fakta dan data. Karena saya lihat di parlemen jarang ada keputusan yang berdasarkan data-data yang sesuai fakta. Keputusan umumnya disesuaikan dengan kepentingan politik”, demikian ungkap Hetifah.

Sebagai politisi perempuan Golkar, yang aktif memperjuangkan keterwakilan perempuan dalam bidang politik, Hetifah Sjaifudian juga tidak lupa mendorong para mahasiswa perempuan untuk turut memiliki andil dalam dunia politik. Dalam upaya untuk terus meningkatkan keterwakilan perempuan, berbagai hal sudah dilakukan untuk mendorong perempuan terus berkarya dan tidak mudah putus asa. “Perempuan diharapkan menjadi role model. Perjuangan perempuan bahkan harus tiga kali lebih dari laki-laki. Justru itu tantangannya. Perempuan harus bisa”, demikian ujar Hetifah memberi semangat para mahasiswa. Berbagi pengalaman dan dorongan semangat kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa perempuan untuk terus maju dna bergerak. Harapannya, politisi perempuan dapat tampil menjadi role model sosok politik yang baik.

*) sumber : Radar Aktual

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi