DSCN9208

Kowani Gelar Pembekalan Bagi Bakal Caleg Perempuan

 

Jakarta Kabar3.com – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar sosialisasi Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Pembekalan Bagi Bakal Calon Anggota Legislatif. Acara ini dihadiri para perempuan dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Kowani.

Ony Jafar Hafsah selaku Ketua Kowani yang mewakili Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kowani, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya para caleg perempuan untuk memahami aturan Pemilu.

“Bidang Politik Kowani menitikberatkan program pengetahuan sistem Pemilu dan kepartaian pada perempuan karena sangat berpengaruh pada pentingnya keterwakilan perempuan di sektor publik,” ujar Onny.

Hadir pula Hetifah sebagai narasumber di acara ini yang merupakan Anggota Komisi II DPR RI. Ia menyebutkan, bahwa perempuan yang akan mencalonkan diri wajib mengetahui dan memahami seluruh isi UU Pemilu.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak sekali pengaturan yang diatur dalam UU Pemilu karena mengatur aturan tentang penyelenggara Pemilu, Pileg dan Pilpres.

“Kalau keserentakan Pemilu ini kan berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). UU Pemilu ini mengatur ketentuan terkait penyelenggara Pemilu, Pileg dan Pilpres,” cetus Politisi Golkar ini kepada Kabar3.com melalui pesan singkatnya, Kamis (1/3/2018).

Berkenaan dengan pencalegan perempuan, ia membagi pengalaman sebagai caleg dan menuturkan ada lima hal penting yang harus diperhatikan perempuan bakal caleg.

“Ada lima hal penting bagi caleg-caleg perempuan yaitu dukungan partai, keluarga, jaringan sosial, pendanaan serta tim,” tegasnya.

Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu mengungkapkan, bahwa sejak sekarang bakal caleg perempuan sudah harus membuat tim pemenangan karena pendaftaran caleg sudah dekat.

“Setiap ada perempuan yang kelihatannya pingin nyaleg, saya selalu tanya, sudah buat tim belum. Harus segera membentuk tim,” tutur Hetifah.

Menurutnya, tim sangatlah penting agar dapat dibentuk dari kader-kader partai yang punya loyalitas dan kompetensi. Selain itu, caleg juga bisa merekrut anak-anak muda sebagai tim sukses.

“Cari dari orang terdekat atau orang yang dikenal untuk tim inti karena selain kompetensi, loyalitas sangatlah penting. Ikut sertakan kader partai muda atau mahasiswa dalam internship di tim sukses,” tutupnya.

*) sumber : Kabar3

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi