Kota Juga Ditambang

Samarinda, Kompas – Kota Samarinda di ambang kerusakan lingkungan serius karena dari total luas kota 718 kilometer persegi atau 71.800 hektar, sebesar 72 persen di antaranya termasuk areal pertambangan batu bara.

Belum ada data berapa dari 72 persen itu yang benar-benar sudah ditambang. Dinas Pertambangan dan Energi Kota Samarinda belum bisa menyampaikan angkanya. Namun, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur Kahar Al Bahri mengestimasi, 40 persen dari 72 persen sudah ditambang.

”Angka 72 persen ini benar-benar gila. Saya banyak ditanya anggota DPRD lain dan sangat malu. Bingung menjawabnya. Jangan-jangan area yang sekarang berdiri bangunan pemkot pun masuk lahan siap ditambang,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Munir Achmad, Rabu (30/3).

Karena itu, ia mendesak semua penambangan di Samarinda dihentikan. ”Tolong menteri terkait di Jakarta cari solusi masalah ini,” katanya.

Kerusakan lingkungan akibat penambangan batu bara menyisakan banyak cerukan di sana-sini. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Balikpapan, pekan lalu, menyindir Samarinda. Zulkifli mengatakan, Balikpapan punya komitmen untuk tidak mengeksploitasi sumberdaya alam, tetapi Samarinda tidak.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengakui, pihaknya lemah dalam pengawasan penambangan batu bara.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Samarinda Agus Tri Susanto meminta pemerintah pusat turun tangan karena pemerintah pusat yang dulu mengeluarkan separuh dari izin penambangan itu.

Penambangan di Samarinda menggila sejak 2000. Sekadar gambaran, tahun 2004 hanya ada 37 izin, sekarang 59 izin. Yang mencengangkan dan menunjukkan izin asal keluar, di banyak area yang masuk izin pertambangan itu terdapat bangunan rumah ataupun fasilitas umum. Di kawasan Tanah Merah yang kemarin diinspeksi Komisi III DPRD Samarinda, misalnya, lokasi penambangan CV Bismillah Kaltim hanya berjarak 50-60 meter dari bangunan SMKN 18 Samarinda.

Sukirman, Ketua RT 09 yang juga pemegang surat perintah kerja dari perusahaan, mengaku, area yang ditambang hanya 2 hektar. Namun, estimasi di lapangan setidaknya 8 hektar.

(pra/ita)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi