Catatan Kunjungan Hetifah Ke Kosta Rika 1

Kosta Rika, Negara Kecil Penuh Prestasi

Sepintas orang ketika mendengar kunjungan luar negeri anggota DPR RI ke negara kecil seperti Kosta Rika, maka akan terbesit kata-kata "untuk apa ke sana?". Tetapi tidak dengan Hetifah, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kaltim dan Kaltara ini.

SENIN, 29 Januari 2016 malam. Selepas rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri membahas tentang Pemekaraan Daerah, waktu tidak terasa menunjukan pukul 17.00 waktu Jakarta. Hujan yang deras disertai angin tak menyurutkan langkah perempuan politisi Golkar ini menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perjalanan yang sudah dipersiapkan lama dan merupakan agenda Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan tujuan membuat kerjasama energi terbarukan, terutama teknologi geothermal. Kerjasama penanggulangan kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan kemungkinan kesepakatan MCN, serta rencana pembukaan Kedubes Kosta Rika di Jakarta. Perjalanan sehari semalam melalui penerbangan Kuala Lumpur, Amsterdam, Panama, dan kemudian mendarat di Bandara San Jose Kosta Rika tidak membuat lelah sedikitpun bagi wakil rakyat Kaltim dan Kaltara untuk membuat catatan ini. Pura Vida atau jiwa yang suci, demikianlah dunia menggambarkan Kosta Rika. Sebuah negara yang terletak dalam gugus Kepulauan Karibia. Dari beberapa segi, Indonesia masih kalah jauh dengan negara ini Republik Kosta Rika yang merdeka sejak 1821, menganut sistem pemerintahan Presidensil. Dengan bentuk negara kesatuan yang tediri dalam 7 provinsi dan terbagi lagi dalam kanton (kabupaten/kota) serta terbagi lagi menjadi Distrik (Kecamatan). Kosta Rika diberkahi keindahan alam dari pantai dan gunung yang indah. Lebih dari itu, negara kecil di Amerika Tengah ini adalah negara yang paling bahagia di dunia dan tidak memiliki satuan militer. Pemimpin di negara ini membuat trobosan dengan mengalihkan anggaran militer untuk anggaran yang berorientasi pada pendidikan, budaya, kesehatan dan kelestarian alam. Walau tidak ada militer, tetapi Kosta Rika masih memiliki satuan kepolisian untuk perihal keamanan negara. Dari trobosan tersebut dapat tergambar beberapa hal seperti. Pertama, Kosta Rika merupakan Negara eco-tourism yang memfokuskan beberapa kebijakannya untuk kelestarian hutan seperti memiliki konsep baru di bidang kehutanan yang merupakan pengembangan dari program yang telah diterapkannya selama 15 tahun terakhir di dalam negeri dan mengedepankan konsep "green growth" serta mengalokasikan pendanaan yang signifikan untuk wujudkan "100% clean energy". Kedua, Negara yang beribukota di San Jose ini merupakan produsen geothermal electricity terbesar ke-7 di dunia. Lebih dari 90% sumber listriknya didapatkan dari energi terbarukan. Bila dibandingkan dengan Indonesia yang merupakan surga geothermal (Panas Bumi) karena terdapat 127 Gunung berapi yang tersebar diseluruh Indonesia. Maka bisa diambil kesimpulan kita masih belum bisa memaksimalkan dan memanfaatkan potensi yang ada. Ketiga Jangan kaget lagi apabila negara dengan luas sepertiganya Provinsi Kalimantan Timur merupakan pengimpor 45% gula untuk Indonesia. Wow, sementara negara yang katanya gemah ripah dengan lahan suburnya masih belum bisa memaksimalkan potensi yang ada, dan selalu ribut terkait kebijakan tentang gula. Keempat, bicara tentang pendidikan, kualitas pendidikan di Kosta Rika merupakan ke-2 tertinggi di Amerika Latin dan peringkat ke-21 dunia. Negara yang berpenduduk lebih dari 4 juta jiwa dan memiliki pendapatan perkapita di atas Indonesia, memiliki sistem pendidikan yang tidak jauh beda dengan negara kita yang menerapkan sistem ujian akademis di akhir sekolah. Di sela-sela pertemuan, Hetifah menyatakan apresiasinya kepada negara kecil ini. "Kosta Rika merupakan negara yang menarik, biarpun kecil tapi banyak prestasi yang dapat ditiru," tukas Hetifah. (*) Sumber : kaltim.tribunnews.com

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Infrastruktur transportasi di jalan Kubar Mahulu memprihatinkan kami minta kejelasan dalam proses pembangunan agar dapat cepat dilalui karena sangat vital

  2. kebenaran cara simulasi ibu memang patut di acungkan jempol. karna simulasi dicaleq lain sistim perjudian' dgn memberikan bermacam fasilitas yg ujung ujungnya mengharapkan keuntungan yg lbh besar. begitupun kebanyakan tim sukses seperti musuh dlm selimut.

  3. kmi warga msyarakat kaltim supriadi/rabaisyah wali murid dri.. Leo wardana. mendukung spenuh hati.. utk ibu.. smoga di ridhoi Allah.swt amiin. hti ibu adalah hati masyarakat.. jazakumulloh khoiron khatsirro.. amiiin..

Lihat semua aspirasi