Ketika Perpustakaan Bersaing Dengan Mall

Barangkali belum pernah terjadi kondisi tersebut. Ada sebuah perpustakaan yang mampu bersaing dengan mall, dalam hal pengunjung. Namun hal tersebut terjadi di Perustakaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Bukan omong kosong, jumlah pengunjung perpustakaan yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda ini cukup banyak, apalagi jika weekend. Menurut data, pengunjung Perpustakaan Provinsi Kaltim tahun 2008 berjumlah 280.848 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006, jumlah pengunjung hanya 159.548 orang. Di tahun berikutnya meningkat lagi, yakni 189.431 orang. Peningkatan yang signifikan tersebut merupakan akibat dari tiga program strategis yang diluncurkan perpustakaan ini, yakni peningkatan jam layan perpustakaan, peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, dan aplikasi layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi. web15 Ketika Perpustakaan Bersaing Dengan Mall "Program-program yang kreatif harus terus ditingkatkan agar bisa membantu pendanaan perpustakaan yang dirasa kurang," ujar Hetifah pada Kepala Perpustakaan. “Fakta tersebut menunjukan minat baca warga Kaltim cukup baik,” ujar Hetifah yang pada Rabu (4/7) lalu menyempatkan hadir di perpusatakaan di Samarinda. Tentu saja, perpustakaan provinsi Kaltim sama seperti perpustakaan lain, yakni tetap berisi buku-buku. Perpustakaan ini pun tidak memiliki toko-toko yang menjual segala hal sebagaimana mall, sehingga banyak dikunjungi orang. Yang membuat perpustakan ini menjadi destinasi bagi para pengunjunga antara lain koleksi, fasiltas wi-fi di ruang baca, dan tentu saja lokasinya cukup strategis. Saat ini perpustakaan memiliki 79.370 judul. Pada tahun 2009 lalu, tercatat jumlah buku yang dipinjam mencapai 195.237 judul. Buku-buku yang diminati pengunjung meliputi ilmu terapan (manajemen, pertanian, kedokteran, dll). Lalu ilmu sosial (sosiologi dan kebudayaan, dll). Baru setelah itu, fiksi (novel) dan ilmu-ilmu murni (fisika, biologi, matematika, dll). Menurut data perpustakaan, mayoritas masyarakat yang mendayagunakan jasa layanan Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur berasal dari segmentasi mahasiswa, yakni sekitar 65%. Sisanya adalah masyarakat biasa dan murid-murid dari sekolah. web28 Ketika Perpustakaan Bersaing Dengan Mall Anggota DPR RI Hetifah mencoba sistem computerize di perpustakaan Kaltim Dalam kesempatan kehadiran anggota Komisi X, pihak perpustakaan mengeluhkan tentang kendala-kendala yang dikeluhkan oleh pengunjung. Masalah parkir menjadi keluhan terbesar. Harap maklum, dengan jumlah pengunjung yang hadir per hari yang rata-rata 800 sampai 1.200 orang, tempat parkir terbatas. Namun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pendidikan (APBNP) tahun 2010 sebesar Rp 5,8 miliar, pihak perpustakaan merasa masih kurang. Pasalnya, dana tersebut tidak hanya untuk membeli tanah atau menyewa tanah yang ada di samping perpustakaan, agar persoalan perparkiran bisa teratasi. Dengan dana itu untuk termasuk untuk meningkatkan SDM dan meningkatkan sarana maupun prasaranan. "Kami ingin menambah jumlah tenaga di perpustakaan yang kini masih terbatas," ujar Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim H. Sumiadi Chandra. "Apalagi kita tengah merealisasikan e-library. Pengadaan hardware maupun software sedang kita lakukan". Menurut Sumiadi, rasio jumlah pegawai Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim dengan jumlah pemustaka yang berkunjung sangat tidak seimbang. Lebih dari itu, kemampuan teknis dalam hal perawatan naskah kuno dan aplikasi teknologi informasi masih sangat terbatas. web4 Ketika Perpustakaan Bersaing Dengan Mall Venna Melinda dan Hetifah tengah berbincang-bincang dengan pegawai perpustakaan. Dari data yang diambil pada April 2009, total jumlah pegawai perpustakaan Kaltim sebanyak 59 orang, dimana jumlah karyawan lulusan perguruan tinggi hanya 34 orang. Sisanya lulusan SLTA, SLTP, dan bahkan ada yang juga lulusan SD. "Sebaiknya pihak perpusatakaan harus punya kreaivitas juga. Jangan sampai mengandalkan APBN yang cuma 300 miliar yang harus dibagikan ke 33 provinsi itu," ujar Eko Hendro Purnomo yang juga ikut dalam rombongan Komisi X ke Kaltim ini. Senada dengan pernyataan Eko, Hetifah juga setuju kalau kreativitas perlu ditingkatkan. Apalagi contoh nyata sudah sempat dilakukan pihak perpusatakaan dalam hal aktivitas yang kreatif, yakni Pameran Buku Islam 2010 yang baru pertama kali ini dilakukan di Kaltim. "Kesuksesan pameran buku itu memperlihatkan program-program kreatif yang sudah dibuat perpustakaan. Saya berharap program-program yang berkerjasama dengan pihak ketiga seperti itu bisa membantu menambah perolehan dana bagi perpustakaan yang dirasa masih kurang," papar Hetifah.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Infrastruktur transportasi di jalan Kubar Mahulu memprihatinkan kami minta kejelasan dalam proses pembangunan agar dapat cepat dilalui karena sangat vital

  2. kebenaran cara simulasi ibu memang patut di acungkan jempol. karna simulasi dicaleq lain sistim perjudian' dgn memberikan bermacam fasilitas yg ujung ujungnya mengharapkan keuntungan yg lbh besar. begitupun kebanyakan tim sukses seperti musuh dlm selimut.

  3. kmi warga msyarakat kaltim supriadi/rabaisyah wali murid dri.. Leo wardana. mendukung spenuh hati.. utk ibu.. smoga di ridhoi Allah.swt amiin. hti ibu adalah hati masyarakat.. jazakumulloh khoiron khatsirro.. amiiin..

Lihat semua aspirasi