Kehidupan Kota Besar Sudah Tak Ramah untuk Anak

Kemiskinan bukan satu-satunya penyebab anak-anak terlantar. Namun menurut Peneliti LIPI, Jakarta Prakoso Bhairawa Putera, data empiris menunjukan, bahwa sebagian besar permasalahan social, termasuk masalah anak terlantar, bersumber dari kemiskinan. Kemiskinan menunjuk pada rendahnya tingkat ekonomi seseorang, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan yang paling dasar.

Bukan rahasia lagi, tingkat kesejahteraan anak Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan. Masih banyak anak belum terpenuhi haknya untuk bisa hidup dan tumbuh berkembang menjadi sehat, cerdas, ceria, bebudi luhur. Menurut anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, saat ini pemerintah memang belum sepenuhnya peduli pada masalah anak.

anak2 2 Kehidupan Kota Besar Sudah Tak Ramah untuk Anak
Tidak semua anak menikmati pendidikan gratis.

“Kecintaan dan kepedulian pada anak-anak harus dibuktikan melalui kebijakan dan program-program yang ramah anak,” komentar Hetifah di tengah-tengah acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) hari ini (23/07) yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tambah Hetifah, bukti-bukti kebijakan dan program-program yang belum ramah anak bisa dilihat dari begitu banyak content media dan berita yang tidak ramah pada perkembangan prilaku anak. Lebih dari itu, pendidikan bermutu pun belum bisa dinikmati semua anak.

Dalam kesempatan HAN tahun 2010, Presiden RI Susilo Bambang Yoedoyono mengemukakan, pemerintah akan mengimplementasikan 3 kata kunci sebagai kecintaan untuk anak Indonesia, yakni perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang. Presiden berjanji akan membuat kebijakan dan perlindungan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yakni penyandang cacat, anak miskin, anak yatim, dan anak jalanan.

web2 Kehidupan Kota Besar Sudah Tak Ramah untuk Anak
Anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah MPP, PhD dan anak-anak. Kota besar tak ramah lagi dengan anak-anak. Seharusnya mereka dilindungi (foto istimewa).

Sebenarnya, sebelum pidato Presiden tersebut, sudah ada undang-undangan, dimana pemerintah sudah bisa mewadahi kepentingan untuk memecahkan problematik anak. UU No 4 Tahun 1979 misalnya, yang berisi mengenai Kesejahteraan Anak. Lalu tahun 1997 pemerintah telah mengeluarkan UU No 4 1997 tentang Penyandang Cacat.

Pada tahun 1990, melalui Keputusan Presiden RI No 36 Tahun 1990, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Convention on the Right of the Child. Terakhir, pada tahun 2002, DPR telah mengesahkan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Hetifah, pidato Presiden RI sangat memukau. Sebagai anggota DPR RI, ia memuji janji Presiden yang akan membuat kebijakan dan perlindungan kepada anak-anak. Namun, Hetifah akan menagih janji Presiden lewat Kementrian terkait, apabila di masa mendatang janji tersebut meleset lagi. Sebab, UU sudah ada banyak, Keppres pun juga ada, tinggal implementasinya saja.

“Yang pasti, saat ini kehidupan dan fasilitas publik di kota-kota besar sudah tidak lagi layak bagi anak,” ujar Hetifah.

web1 Kehidupan Kota Besar Sudah Tak Ramah untuk Anak
Presiden berjanji akan membuat kebijakan dan perlindungan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, salah satunya anak jalanan.

Boleh jadi apa yang dikatakan Hetifah benar. Sebab, sarana bermain anak-anak sudah sulit ditemukan. Lapangan sudah berubah menjadi gedung pencakar langit atau mal. Jangan heran, hal tersebut menumbuhkan prilaku konsumtif dan individualistik. Belum lagi berbicara masalah pergaulan bebas atau prilaku kejahatan kota besar. Semua itu tentu menjadi contoh nyata bagi anak yang seharusnya tumbuh dengan lingkungan positif.

Tindak kekerasan pada anak di perkotaan pun juga tidak kalah hebat kasusnya. Dari data yang ada di Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA), tren kekerasan pada anak meningkat. Pada tahun 2008 terdapat 1.726 laporan tindak kekerasan terhadap anak yang masuk ke Komnas PA. Jumlah itu naik setahun kemudian menjadi 1.998 kasus. Dari jumlah tersebut, 68 persen di antaranya berupa penganiayaan dan kekerasan seksual.

all photos copyright by Brillianto K. Jaya

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi