Kebijakan Supermal Kontraproduktif

Kaltim Post, Kamis, 30 Desember 2010

BALIKPAPAN –  Rencana pembangunan supermal di lahan eks Puskib, Jl Ahmad Yani, Balikpapan Tengah lagi-lagi mendapat tentangan dari anggota DPRD Kaltim. Kali ini, Anggota DPRD Kaltim Puji Astuti menyuarakan penolakannya atas rencana tersebut yang dinilai kontraproduktif.

Dikatakan, Pemkot Balikpapan sedang gencarnya mengatasi kemacetan di Kota Minyak. Langkah konkret yang dilakukan ialah sterilisasi parkir tepi jalan di Jl Jend Sudirman mulai Balikpapan Plaza hingga Imigrasi. Menurutnya, program yang berjalan sukses itu tidaklah mudah. “Namun sayang, justru pemprov yang akan menambah kemacetan dengan membangun supermal di eks Puskib,” tegas Puji.

Jelas saja, kata dia. Sebab kondisi lalu lintas di sekitar eks rumah sakit umum itu saat ini sudah terbilang padat. “Semua orang menyadarinya. Warga sekitar Puskib juga banyak yang menyampaikan penolakan rencana pembangunan supermal itu ke saya,” ucapnya kepada Kaltim Post kemarin.

Selain itu, tambah Puji, Pemprov Kaltim selalu menggaungkan kebijakan Kaltim Green. Namun dorongan masyarakat agar lahan tersebut dijadikan ruang terbuka hijau tak diakomodasi. Justru mal  yang ditambah. “Apa di Balikpapan ini tidak kebanyakan mal. Dari arah sisi kiri (Puskib) ada Rapak Plaza. Dari arah kanan, ada Balikpapan Plaza. Dari arah depan ada Gajah Mada. Ini kan namanya kebijakan yang kontraproduktif,” tutur anggota dewan dari daerah pemilihan Balikpapan, PPU, dan Paser ini.

Puji berharap Pemprov mengambil kebijakan dengan prinsip down – up. Bukan sebaliknya, up – down. Maksudnya, utamakan aspirasi masyarakat, bukan memaksakan kehendak dengan alasan menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Tidak zamannya lagi memaksakan kehendak. Dengarkan rakyat. Sekalipun itu aset pemprov, tapi dengarkan apa kata masyarakat. Kalau maunya taman, tolong diakomodasi,” pintanya anggota Fraksi Demokrat ini.

Dari pada terus menjadi polemik, Puji menyarankan Pemprov Kaltim atau Pemkot Balikpapan menggelar forum atau sarasehan untuk menjaring aspirasi masyarakat akan kelanjutan nasib lahan eks Puskib.

Ia menyarankan, pertemuan tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat untuk didengarkan harapannya, apakah eks Puskib jadi supermal atau ruang terbuka hijau. “Dengarkan apa yang diinginkan masyarakat. Kalah menolak supermal, yah pemerintah jangan memaksakan kehendak,” ujarnya.  (lhl)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi