Hetifah: “NTT juga bagian dari Republik Indonesia”

Yayasan Putri Indonesia Timur (YAPIT) bekerjasama dengan pejabat dari Kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan khitanan massal 324 anak miskin. Acara ini dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI dari Komisi X yang kebetulan sedang melakukan kunjungan kerja (kunker) di NTT ini.

Khitanan massal yang bertepatan di Hari Ibu kemarin itu sangat ditunggu sekali oleh warga miskin. Sebab, Kabupaten seluas 2.046,6 km² dan populasi 238.040 jiwa ini, 40 persen warganya menjalankan pendidikan Islam, tapi banyak anak pria di usia 14 tahun belum juga dikhitan. Alasan mereka tidak punya uang, karena di sana terdapat adat Ine Mae, dimana Bapak dan Ibu harus menyerahkan Belis (sapi atau kambing) ketika melakukan khitanan. Hal tersebut berat sekali bagi warga miskin yang kebetulan mayoritas di NTT.

“Khitanan massal ini tentu sangat meringankan warga miskin,” komentar anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. “Di samping itu, nilai-nilai kebersamaannya juga menjadi kental”.

Acara khitanan massal ini dibuka dengan sambutan Camat Nanga Panda Bapak Abdul syukur dan wakil bupati Ende. Sementara itu Hetifah yang kebetulan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina YAPIT juga memberikan sambutan. Meskipun bukan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT, akan tetapi perempuan yang juga tercatat sebagai anggota Kowani Pusat tergugah hati dan dalam sambutannya ingin sekali memajukan NTT dalam hal pendidikan.

“NTT juga bagian dari Republik Indonesia, tetapi sungguh menyedihkan pendidikan di sini belumlah merata.  Indikatornya adalah tingkat kelulusan UN sangat rendah,” ujar Hetifah. “Ini menjadi PR kita bersama untuk memperbaiki.”

Dalam hal kesehatan, Hetifah menyoroti tingkat kematian ibu dan anak. Banyak ibu melahirkan yang meninggal, karena penanganannya terlambat, kekurangan gizi, serta tenaga-tenaga bidan atau jumlah perawat yang terampil sangat kurang.

Selain khitanan massal 324 orang anak, di Kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende, NTT ini juga mengadakan pengobatan gratis untuk 100 kupon, penanaman pohon, serta pembuatan MCK di beberapa daerah. Di tengah-tengah acara khitan, tak lupa para tamu dihibur oleh hiburan khas tarian Gawi yang meruipakan ciri khas Ende Lio.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi