Hetifah : Murid Mulai Pede Hadapi UN

Source : tribunkaltim.co.id
Rabu, 24 Maret 2010 | 21:34 WITA
SAMARINDA – Memasuki masa reses DPR RI, Anggota Komisi X Hetifah Sjaifudian mengunjungi tiga sekolah di Samarinda. Tiga sekolah yang dikunjungi adalah SMKN 1, SMAN 3 dan SMKN 6 Samarinda. Dalam kunjungannya bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti WS dan Sekretaris Disdik Rustam, Hetifah mengungkapkan, penilaiannya terhadap pelaksanaan UN di hari ketiga yang tampaknya mulai dinikmati para murid.
“Mungkin karena sudah memasuki hari ketiga, jadi mereka mulai percaya diri. Selain itu, saya melihat siswa dan siswi ceria. Kalaupun ada soal yang susah, tetapi menurut mereka materi tersebut sudah pernah diajarkan sebelumnya,” kata Hetifah, saat berkunjung ke SMKN 6 Samarinda, Rabu (24/3).
Dikemukakannya, hasil UN nantinya bisa benar-benar menjadi peta bagi Disdik Kota/Kabupaten untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang memiliki cukup banyak murid tak lulus UN, justru harus diberikan dukungan lebih baik daripada sekolah lainnya.
“Jangan justru diberikan hukuman karena itu, tetapi support. Apa yang menjadi kendala dan menyulitkan mereka. Selain itu, kalau bisa sekolah yang jujur dalam pelaksanaan UN diberikan insentif sebagai bentuk penguatan kepercayaan diri. Sebaliknya, sekolah yang curang harus diberikan sanksi,” papar Hetifah.
Selain memantau pelaksanaan UN, Hetifah juga memberi masukan kepada pihak sekolah, terutama SMKN 6 untuk menjalin kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, guna memantau alumni SMK yang sudah bekerja di perusahaan. “Jadi bagaimana kerja mereka selama di perusahaan tetap dipantau. Sebisanya mereka tidak hanya menjadi kuli saja, tetapi juga bisa menikmati promosi dan jenjang karir,” kata Hetifah.
Kepala SMKN 6 Sudarto mengaku pihak sekolah masih mengalami kendala dalam proses pembelajaran terutama dari sisi tenaga guru produktif. Pasalnya, guru produktif diambil dari dunia usaha. “Kadangkala dari sisi waktunya tidak nyambung, karena dari kalangan usaha untuk mengajar memanfaatkan waktu cuti atau libur mereka. Untuk itu, perlu dorongan dari dunia usaha,” kata Sudarto. Sudarto juga menuturkan kebutuhan peralatan yang dibutuhkan di SMK, sebenarnya juga bisa didukung peralatan yang dimiliki berbagai perusahaan. (may)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi