Hetifah: “FORMI Harus Menjadi Institusi yang Bisa Mengadvokasi”

Sejak dideklarasikan pada tanggal 9 September, federasi ini berhasil menjadi sebuah wadah yang menyatukan berbagai induk organisasi masyarakat. Saat itu, federasi ini masih bernama Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI). Namun pada Musyawarah Nasional (Munas) III FOMI pada 5 Desember 2009, nama FOMI pun berganti menjadi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI).

Pergantian nama tersebut sebenarnya untuk menyesuaikan Undang-Undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Bahwa dalam Bab IV Pasal 17 dijelaskan, bahwa ruang lingkup olahraga meliputi: (1) olahraga pendidikan; (2) olahraga rekreasi; maupun (3) olahraga prestasi. Pada Pasal 19 Bab VI dipertegas lagi, bahwa olahraga rekreasi dilakukan sebagai bagian proses pemulihan kembali kesehatan dan kebugaran, dan dapat dilaksanakan oleh setiap orang, satuan pendidikan, lembaga, perkumpulan, atau organisasi olahraga.

Anggota FORMI terdiri dari organisasi olahraga rekreasi masyarakat yang berkembang dan eksis di masyarakat, antara lain Yayasan Jantung Sehat, Satria Nusantara, PLBSI (Barongsai), BMX Indonesia, Bike to Work (B2W), Inline Skate, Parkour Indonesia, maupun YMLI (layang-layang).

“Menurut saya olahraga sebagai rekreasi ini menarik sekali,” komentar anggota DPR RI Komisi X Dr. Hetifah Sjaifudian, MPP dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara seluruh anggota Komisi X DPR RI dengan pengurus DPP FORMI yang diketuai oleh Hayono Isman. “Oleh karena itu, peran FORMI sangat penting, karena bisa mengembangkan olahraga dan aktivitas fisik tanpa target prestasi. Institusi ini juga bisa menanamkan budaya dan kegemaran berolahraga sejak dini.”

Hetifah dan sejumlah anggota DPR RI lain mendukung penuh terhadap FORMI untuk mengembangkan organisasi dan kegiatannya di seluruh Indonesia. Bahkan saking mendukungnya, para wakil rakyat dari Komisi X ini meminta FORMI merevisi anggaran mereka, yakni dengan menambah rancangan anggaran mereka sebesar Rp 25,5 miliar di tahun 2011 yang telah diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kami sangat bahagia jika pemerintah dan DPR menyetujui anggaran yang kami ajukan sebesar Rp 25,5 miliar,” ujar Hayono Isman.

Dalam kesempatan RDP tersebut, Hetifah mengusulkan agar FORMI juga bisa berperan mengadvokasi warga masyarakat yang membutuhkan tempat-tempat berolahraga. Seperti kita ketahui, saat ini jarang sekali tempat berolahraga untuk warga, karena lahan-lahan yang tersisa lebih banyak digunakan untuk mendirikan gedung atau apartemen. Padahal olahraga dan aktivitas fisik adalah hak asazi manusia.

“FORMI bisa mengadvokasi warga agar dibuatkan taman-taman bermain atau jalur sepeda,” ujar Hetifah.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Kami Warga Kota Samarinda, Yth. Ibu Hetifah Sampaikan suara kami kepada bpk. Walikota Samarinda bahwa kami merindukan kota layak, Indah dan bersih agar bisa menghapus sebagai icon kota semrawuk di Kalimantan

  2. Yth. Ibu Hetifah Perkenalkan saya Yudha Budisantosa, Camat Tanjung Redeb Kab.Berau-Kaltim. Jika Ibu ke Berau tolong singgah di Kantor Camat Tanjung Redeb, kami ingin memperkenalkan Inovasi : Gerbang Pancasila atau Gerakan Bangga dengan Pancasila.

Lihat semua aspirasi