Hetifah Dukung Pemerataan Distribusi Buku Hingga ke Daerah-Daerah Pelosok

Samarinda- Perpustakaan berbasis inklusi sosial memandang perpustakaan untuk mempunyai kemanfaatan sosial. Perpustakaan diharapkan dapat memfasilitasi dalam mengembangkan potensi masyarakat, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan Safari Gemar Membaca, yang digelar pagi ini (19/3), dengan tema "Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat" di aula rumah jabatan Walikota Samarinda. Acara tersebut dibuka oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang

Acara yang dihadiri oleh tak kurang dari 200 orang guru, kepala sekolah, pengiat literasi, Taman Baca Masyarakat (TBM), dan komunitas baca ini menghadirkan para narasumber yaitu Sri Sumekar (Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI), HM Aswin (Kepala Disperpusarsip Provinsi Kaltim), Ananta Fahrurozi (Kepala Dinas Perpustakaan Kota Samarinda), Syafruddin Pernyata (Penggiat/penulis), dan Hetifah Sjaifudian (Wakil ketua Komisi X DPR RI).

Syaharie Jaang dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, membaca itu sangat penting. Sudah banyak program pemerintah Kota Samarinda antara lain, pojok baca.

"Membaca bisa menata hati kita. menambah ilmu, menata pikiran kita untuk selalu positif", paparnya.

Sri Sumekar menyampaikan perlu diakui bahwa masyarakat Indonesia belum membaca intens setiap hari, sehingga harus ada promosi membaca. Rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi kerja pemerintah dalam penguatan kegemaran membaca. Perhatian pemerintah juga sangat besar terhadap perpustakaan Indonesia

"Ada 160 ribu perpustakaan di seluruh Indonesia, jumlahnya nomer dua terbanyak di dunia. Ini semua berkat dukungan dari seluruh stakeholder", terangnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Samarinda menyatakan peran pustakawan harus bisa membawa andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Kita berharap perpustakaan sebagai suatu wadah yang menarik untuk semua kalangan", jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan salah satu cara meningkatkan budaya baca dan budaya literasi masyarakat adalah melalui peningkatan peran perpustakaan.

Ada beberapa tantangan perpustakaan saat ini diantaranya peningkatan pemerataan dan kualitas layanan perpustakaan, peningkatan kegemaran membaca guna membangun keahlian.

"Dan tentunya distribusi buku harus merata ke setiap pelosok daerah di tanah air", papar Anggota DPR RI Dapil Kaltim Kaltara ini.

Peran DPR diharapkan dalam menjawab tantangan tersebut melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Pengawasan dilakukan untuk menjamin pelaksanaan program berjalan secara transparan dan akuntabel.

Hetifah menerangkan bahwa baru-baru ini DPR mengesahkan Undang-Undang No. 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan dan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR).

"UU ini memberikan penghargaan tidak hanya kepada penerbit atau produsen karya rekam tapi juga kepada masyarakat yang berperan serta dalam mendukung kewajiban serah simpan, serta kepada warga negara asing yang melaksanakan kewajiban serah simpan”, pungkas Hetifah.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Infrastruktur transportasi di jalan Kubar Mahulu memprihatinkan kami minta kejelasan dalam proses pembangunan agar dapat cepat dilalui karena sangat vital

  2. kebenaran cara simulasi ibu memang patut di acungkan jempol. karna simulasi dicaleq lain sistim perjudian' dgn memberikan bermacam fasilitas yg ujung ujungnya mengharapkan keuntungan yg lbh besar. begitupun kebanyakan tim sukses seperti musuh dlm selimut.

  3. kmi warga msyarakat kaltim supriadi/rabaisyah wali murid dri.. Leo wardana. mendukung spenuh hati.. utk ibu.. smoga di ridhoi Allah.swt amiin. hti ibu adalah hati masyarakat.. jazakumulloh khoiron khatsirro.. amiiin..

Lihat semua aspirasi