2013-08-kaltim-summit-3

Hetifah Apresiasi Kaltim Summit II

Di masa resesnya, Anggota Komisi V DPR RI Hetifah Sjaifudian menghadiri Kaltim Summit II yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan selama dua hari, Selasa (30/7) dan Rabu (31/7). Pertemuan yang membahas Visi Kaltim 2030 itu dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswo Utomo , Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah Velix V Wanggai , perwakilan Kementrian, Bupati/Walikota se-Kaltim, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kaltim, akademisi, organisasi kepemudaan, donor dan organisasi internasional lainnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memaparkan Visi Kaltim 2030 yang ingin menjadikan Kaltim sebagai provinsi yang tak bergantung lagi dengan sektor minyak, gas dan batubaranya atau nonrenewable resources tapi kepada sektor-sektor pariwisata, pertanian dalam arti luas, industri-industri hilirnya dan sektor-sektor renewable resourceslainnya.

Mendengar pemaparan itu, Hetifah memberikan apresiasi kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan jajarannya yang telah menggelar Kaltim Summit dan merencanakan bagaimana Kaltim ke depan. Menurutnya, Visi Kaltim 2030 yang ingin menjadikan Kaltim sebagai provinsi yang tak bergantung lagi dengan migas dan batubara dan lebih kepada sumber daya yang terbarukan adalah wacana yang telah berkembang selama ini.

“Pak Gubernur mendengar suara-suara itu. Suara kalau rakyat ingin agar provinsi ini maju dengan sektor-sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan industri hilirnya,” tuturnya. Ia mengatakan pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, bandara dan infrastruktur lainnya sangat vital untuk mempercepat mencapai cita-cita itu. Infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah penghasil dengan industri dan juga menghubungkannya dengan kota-kota lain yang ada di Kaltim serta ke daerah lain di Indonesia dan pembeli di luar negeri dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan perekonomian di Kaltim.

Hetifah yakin, pemerintah dan segenap masyarakat Kaltim bisa mencapai itu. “Sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang menangani masalah infrastruktur dan daerah tertinggal, saya akan berusaha memperjuangkan dengan cara peningkatan anggaran infrastruktur bagi Kaltim, kebijakan yang memihak Kaltim, dan kebijakan percepatan pembangunan di perbatasan agar Visi Kaltim 2030 dapat tercapai,” katanya. (media center)

***

Hasil rumusan dari diskusi kelompok Kaltim Summit II bisa diunduh (download) di sini:

  1. Daya Saing Ekonomi dan Lingkungan Hidup
  2. Infrastruktur dan Energi
  3. SDM dan Reformasi Birokrasi

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi