Hetifah: “Saya Berdoa agar Kita Selalu Hidup dalam Bingkai NKRI.”

Kesepakatan Damai yang diprakarsai oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak beserta sejumlah pejabat pemerintahan pada Rabu (29/9) lalu mendapat apresiasi banyak warga, termasuk anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. Sebagai wakil rakyat dari Kaltim, anggota Komisi X ini kagum dengan inisiatif yang luar biasa tersebut.

Selain Awang, Hetifah juga memberikan aprasiasi pada anggota DPD DI Luther Kombong, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tan Aspan, Asop Kapolri Irjen Polisi Sunarko, Wakapolda Kaltim Brigjen Polisi Ngadino, Walikota Tarakan udin Hianggio, Bupati Bulungan Budiman Arifin, Bupati Kabupaten Tana Tidung Undunsyah dan Wakil Bupati Malinau Muhammad Nasir.

“Mereka telah membuat suasana menjadi lebih kondusif untuk perdamaian,” komentar anggota DPR ini, yang kebetulan tengah berada di Kaltim dalam rangka sosialisasi RUU Kepramukaan bersama rombongan Komisi X lain.

Seperti kita ketahui, terjadi pertikaian yang diawali oleh satu kelompok massa di Jalan Gajah Mada, Simpang Tiga Grand Tarakan Mall. Sejak itu pecah pertikaian antara kedua kelompok ini selama tiga hari berturut-turut (27-29 September 2010), dimana disebut sebagai peristiwa kelabu” bagi masyarakat Tarakan. Peristiwa itu memakan korban lima orang meninggal dunia, sementara korban luka-luka mencapai enam orang. Ada empat rumah telah dibakar massa, dua rumah dirusak dan dua kios dibakar massa.

Menurut laporan Kaltim Pos (Kamis, 30 September 2010 , 06:24:00), akibat bentrokan massa, warga Tarakan berbondong-bondong menuju tempat pengungsian. Mereka khawatir jadi korban salah sasaran. Titik-titik pengungsian di Yonif 613 Raja Alam, Juata Permai, Bandara Juwata dan Lanud, Kompi C Yonif 613 Raja Alam, di Mamburungan, Mapolres Tarakan Jl Yos Sudarso, Lanal Tarakan Jl Yos Sudarso dan SD 029 Juata Permai dan beberapa tempat lainnya. Diperkirakan jumlah pengungsi mencapai 30 ribuan lebih. Kebanyakan adalah orang tua, perempuan dan anak-anak yang hingga kemarin sekolahnya ditutup.

Untuk menangani masalah pengungsi ini, pihaknya sudah menyiapkan berbagai keperluan. Di antaranya ambulans, bantuan makanan dan lainnya. “Misalnya tadi (kemarin) malam, semua ambulans kami BKO-kan ke beberapa tempat yang menjadi titik konflik. Dengan harapan setiap korban dari konflik yang terjadi secepat mungkin dievakuasi ke rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dr. Khaerul.

Kepala Kesbang Linmas Politik Pemkot Tarakan Agus Sutanto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan makan minum para pengungsi, pemerintah kota dapat bantuan peralatan yang dimiliki TNI, Polri dan PMI membangun dapur darurat di camp-camp pengungsian. Pemkot juga mendapat bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltim di Samarinda. “Secara lisan sudah kami laporkan ke provinsi untuk membantu anggaran,” kata Agus.

“Mulai hari ini (kemarin, 30/9.) sudah beraktivitas. Jika konflik masih berlanjut, maka dapur umum tetap berjalan,” katanya. Namun jika ternyata konflik sudah berakhir dan warga sudah diperkenankan kembali ke rumah masing-masing, barulah camp pengungsian ditutup.

Tentu selain apresiasi yang diberikan oleh Hatifah pada Gubernur Kaltim dan para pejabat lain, ia pun berdoa agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Bukan cuma di Tarakan, tetapi di daerah-daerah lain. Seperti dalam butir kesepakatan, Hetifah berdoa akar kita bisa membangun kerjasama yang harmonis demi kelanjutan pembangunan. Lalu kita selalu hidup dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi