Dua Perempuan Kaltim Lolos ke Senayan

Artikel ini telah dipublikasikan di surat kabar Tribun Kaltim pada tanggal 4 Mei 2009.

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim telah memplenokan rekapitulasi perolehan suara DPR RI di KPU Pusat, Minggu (3/5) sore. Sebanyak delapan caleg daerah pemilihan (dapil) Kaltim lolos ke Senayan. Dua di antaranya perempuan yakni Dr Hetifah (Partai Golkar) dan Adji Farida Padmo Ardan (Partai Demokrat).

Anggota KPU Provinsi Kaltim Syahrin Naihasy membenarkan, KPU Provinsi Kaltim telah menyelesaikan pleno perhitungan rekapitulasi untuk calon anggota (caleg) DPR RI dapil Provinsi Kaltim. Ia mengatakan, hasil pleno perolehan suara caleg DPR RI akan diumumkan 25 Mei di KPU Pusat.

“Penghitungan rekapitulasi DPR RI dapil Provinsi Kaltim mulai tadi siang di KPU Pusat. Semua sudah dihitung berdasarkan rekapan di tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Soal siapa caleg- caleg yang lolos, nanti KPU Pusat yang mengumumkan tanggal 25 Mei nanti. Untuk pengumuman caleg DPRD Provinsi itu tanggal 18 Mei jam 3 sore,” ujar Syahrin, saat dikonfirmasi Tribun berada di kantor KPU Pusat, Minggu (3/5).

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi perolehan suara DPR RI untuk daerah pemilihan (dapil) Kaltim, berdasarkan perolehan suara partai diraih Golkar dengan angka 249.127 suara. Caleg DPR RI dari Partai Golkar yang mewakili Kaltim yaitu Mahyudin dan Hetifah.

Posisi kedua kedua perolehan suara partai, ditempati Partai Demokrat. Jumlah suara Golkar dan Demokrat hanya selisih 7.584. Demokrat hanya mampu mendulang suara 241.543. Caleg dari Partai Demokrat yang menuju kursi senayan, selain Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Yusran Aspar ditemani Adji Farida Padmo Ardan.

Sedangkan perolehan suara PDIP harus puas diurutan ketiga. PDIP mengantongi suara sebanyak 157.240, kembali menyorongkan caleg Emir Moeis duduk di Senayan. Sementara PKS juga hanya mendapatkan satu kursi dengan meraih 126.416 yang akan diwakilkan Aus Hidayat Nur.

Jumlah perolehan suara yang tidak mencapai ratusan ribu, diraih PPP dan Partai Gerindra. Nanang Sulaiman, caleg dari PPP dipastikan akan berkantor di Senayan juga dengan meraih total suara partai 76.718.

Partai Gerindra merupakan partai baru namun sepak terjangnya mampu menggeser partai lama seperti PAN. Meski hanya mendapatkan suara 64.390 suara, Gerindra tetap mendapatkan jatah kursi paling buncit, diwakilikan Desmon Junaedi Mahesa.(bud)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi