WhatsApp Image 2017-08-01 at 13.51.08

DPR Bahas Perppu Ormas Setelah Reses

 

Jakarta – Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali mengatakan, Perppu tentang ormas akan dibahas setelah masa reses yang berakhir pada 15 Agustus 2017 mendatang.

“Belum dibahas di masa sidang ini. Kita akan bahas di sidang akan datang. Hari ini kita akan gelar penutupan masa sidang,” ujar Amali, Rabu (26/7).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, masing-masing fraksi sudah memiliki draft Perppu Ormas untuk dibahas di internal fraksi. Sehingga diharapkan setelah masa reses usai langsung bisa diambil keputusan.

“Saya kira di fraksi masing-masing sudah membahas Perppu itu internal. Saat masa sidang dimulai sudah bisa diambil keputusan,” katanya.

DPR, kata Amali, hanya bisa memberikan pendapat apakah menerima atau menolak Perppu. DPR tidak akan membahas terlalu jauh karena Perppu itu sifatnya mendesak.

Anggota Komisi II DPR lainnya Hetifah Sjaifudian mengatakan, beberapa waktu berselang komisi II masih fokus pada penyelesaian RUU pemilu. Namun setelah reses dan masuki masa sidang 15 Agustus yang akan datang Komisi II akan fokus pada pembahasan Perrpu Ormas..

“Perppu belum dibahas di komisi II. Biasanya, kalau presiden mau mengeluarkan Perppu, disampaikan terlebih dahulu ke DPR, lalu baru akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Ini sebagaimana diatur dalam UUD pasal 22,” kata Hetifah.

*) sumber : Beritasatu.com

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

  2. Selamat Hari Kartini untuk Ibu Hetifah Semangat dan Teruslah mendorong keterlibatan peran perempuan dalam keterwakilannya di Parlemen. Sebab tanpa perempuan, maka demokrasi kita masih stagnan. Salam Kartini Indonesia !!! Selamat Berjuang ! Selamatkan Perempuan Indonesia dari Ketertindasan...

Lihat semua aspirasi