whatsapp-image-2016-11-05-at-07-08-40-1

Catatan Perjalanan Reses (2)

Berdialog Dengan Pendamping Desa

Pendamping Desa yang bertugas dalam mengembangkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, mempunyai peran yang sangat besar dalam proses  pembangunan desa, khususnya setelah desa memiliki kemandirian untuk pro aktif merencanakan dan memanfaatkan dana desanya.

Saya senang sekali pada kesempatan kunjungan kerja saya ke kota Tarakan kemarin (3/11), saya dapat bertemu dengan para Pendamping desa se provinsi Kaltara, dalam Pelatihan Pra tugas Pendamping Desa. Sejumlah 44 orang Pendamping Desa saya lihat mengikuti pelatihan dengan antusias.

Ketika kami berdialog, ada beberapa persoalan  yang disampaikan kepada saya terkait tugas pendamping desa, diantaranya adalah:

  1. Perlu adanya Pusat Pengaduan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan di desa yang sangat komplek dan beragam.
  2. Permohonan penyesuaian dana transportasi dari masing-masing daerah asal pendamping, yang selama ini terbilang sangat kecil untuk dapat menjangkau desa-desa terpencil dan sulit aksesnya.
  3. Adanya harapan agar kualifikasi dan passing grade untuk pendamping desa dapat diturunkan, agar dapat merekrut tenaga lokal, dimana mereka memiliki kelebihan lebih menguasai daerah penugasannya. Saat ini hal tersebut tidak dapat dilakukan karena kualifikasi tenaga lokal tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Beberapa usulan tersebut akan saya teruskan kepada pihak terkait yaitu Kementerian Desa secara khusus dan Komisi II DPR secara umum.

Selamat bertugas teman-teman Pendamping Desa, tugas mulia telah menanti anda untuk membangun desa bersama masyarakat desa.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Bu tolong di bantu kami dr guru honor TKK SMA d kutai barat, sejak kami bernaung di bawah Pemrrintah Prop. Kaltim hidup kami susah, gaji kami d potong drastis hidup kami benar2 susah bu, harus terus pinjam uang kesana kesini utk kebutuhan sehari2, sedangkan biaya hidup di Kutai Barat sangat mahal..tolong kami y bu biar nasib para guru TKK SMA d Kutai Barat bs lebih baik..

  2. Selamat pagi Ibu. Kami mengalami hal ini. Begini Ibu, redaksional kami: 1. Kami adalah melompok tani yang tergabung dalam KSU Mitra Sawit Lestari (Misale) menjalin perjanjian plasma inti. Perjanjian plasma inti merupakan kemitraan dengan pola inti-plasma. Dasar hukum mengenai kemitraan dengan pola inti plasma dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (pasal 27) dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Menurut hukum koperasi diwakili oleh para pengurusnya (pasal 30 ayat [2] huruf a UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi). Bentuk perwakilan antara koperasi dengan petani inti plasma tersebut bisa ada dua kemungkinan, yaitu: • Koperasi selaku kuasa; menandatangani perjanjian mewakili, untuk dan atas nama anggotanya; atau • Koperasi menandatangani perjanjian untuk dan atas nama koperasi itu sendiri, di mana perjanjian tersebut akan dilanjutkan kepada anggota koperasi, dalam hal ini para petani plasma. 2. Luas kebun plasma adalah 120 hektare area loa haur desa tengin baru sepaku penajam paser utara. 3. Kebun kami dibangun dengan pinjaman bank niaga dengan agunan berupa surat kepemilikan tanah (skt) senilai kurang lebih 6 m. 4. Umur tanam sawit kami 9 tahun. 5. Sejak bulan mei 2017, area tersebut di jadikan objek hukum oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai Tahura berdasar keputusan PN Tanah Grogot. Bagaimana kami mengurus hal ini Ibu? Mohon advicenya..🙏 WA kami 081253463080

  3. Assalamualaikum ibu, saya dari perwakilan komunitas musik samarinda yang tergabung dalam komunitas musik borneo metalcamp, ingin mengajukan proposal kepada ibu sebagai donatur.. Apabila di izinkan kita ingin mengirim proposal.. Mohon di respon ibu.. Wassalamualaikum

Lihat semua aspirasi