Bosda SMA/MA Rp 2 juta, SMK Rp 2,5 juta/ tahun

Bosda SMA/MA Rp 2 juta, SMK Rp 2,5 juta/ tahun

Selain program Bidik Misi, warga miskin di Kalimantan Timur (Kaltim) juga mendapatkan kesempatan untuk menyekolahkan anak-anak mereka, karena pemerintah provinsi (pemprov) telah menganggarkan bantuan operasional sekolah (Bosda) kepada SMA/MA/SMK se-Kaltim.

Adapun nilai Bosda untuk SMA/MA sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun, sedangkan untuk SMK sebesar Rp 1,5 juta per siswa per tahun. Namun, ketika terjadi nota kesepakatan bersama (MoU) antara Gubernur, Bupati, dan Walikota, Bosda berubah menjadi Rp 2 juta per siswa per tahun untuk siswa/i SMA/MA dan Rp 2,5 juta untuk siswa/i SMK.

Mekanisme pemberian Bosda tersebut dalam bentuk bantuan keuangan ke kabupaten/ kota yang didasarkan pada data terbaru jumlah siswa dari kabupaten dan kota.

Seperti diketahui, program unggulan pemprov Kaltim adalah Wajib Belajar 12 tahun, dimana setiap anak berhak memperoleh pendidikan. Mereka yang kurang mampu, pemprov berkewajiban membiayainya. Hal tersebut sudah tertuang di Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.

Masih berkaitan dengan dana pendidikan, bahwa pengelolaan dana untuk pendidikan di Kaltim tidak dikelola pada satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Pendidikan, tetapi juga ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan lain-lain.

Alokasi dana dari APBD Provinsi Kaltim 2011 adalah 20% sebagaimana perundang-undang yang berlaku. Dari total APBD 2011 sebesar Rp 6,2 triliun, yang dialokasikan ke SKPD Dinas Pendidikan senilai Rp 271 miliar. Sisanya dialokasikan ke SKPD lain.