Cawagub Kaltim

Batal Maju di Pilgub Kaltim, Hetifah Dipercaya Duduk di Jajaran Ketua DPP Partai Golkar

 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Tidak jadinya Hetifah menjadi salah satu calon Wakil Gubernur Kaltim tentunya mendapat beragam respon. Beberapa pihak sangat menyayangkannya.

Namun, DPP Partai Golkar punya pertimbangan matang dibalik pembatalan pencalonan Hetifah. DPP Partai Golkar menyiapkan posisi strategis bagi Hetifah.

Hari ini, Senin (22/1/2018) Ketua Umum DPP Partai Golkar telah mengumumkan susunan kepengurusan yang baru. Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara ini mendapat kepercayaan sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan sekaligus menjadi Ketua Umum organisasi sayap partai yaitu Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).

Tentu saja hal ini bukanlah tugas yang mudah, karena melalui KPPG inilah “gebrakan” Hetifah untuk terus mendorong partisipasi dan keterwakilan perempuan yang lebih bermakna dinantikan. Dimana kader-kader perempuan direkrut dan dikader, digembleng dan dipersiapkan untuk memenangkan kontestasi Pemilu.

Melalui komunikasi jarak jauh, Hetifah yang saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja Komisi II ke Provinsi Sumatera Utara menyatakan apresiasi dan komitmennya untuk siap melaksanakan amanah dalam memimpin organisasi sayap Partai Golkar ini.

“Tentunya memimpin KPPG yang menaungi kepentingan perempuan di era tahun politik ini bukan perkara mudah. Minggu ini kami sudah harus mensukseskan proses verifikasi faktual partai politik yang mensyaratkan sekurang-kurangnya 30 persen perempuan ada dalam posisi kepengurusan partai di tingkat pusat”, papar Hetifah.

Sesuai amanah UU Partai Politik, Partai Golkar sesungguhnya telah bertekad akan menegakkan komitmen mendorong partisipasi perempuan hingga ke tingkat paling bawah di provinsi, kabupaten/kota, bahkan di kecamatan.

Lebih lanjut, Hetifah bertekad untuk bersama seluruh perempuan Partai Golkar siap mewarnai dan sekaligus akan secara sungguh-sungguh mewujudkan politik bersih dan demokratis.

“Bagi kader perempuan yang sudah duduk di Legislatif baik di DPR RI maupun DPRD, kami akan mempertegas sikap politik dan keberpihakan kami pada nasib kaum perempuan, anak-anak, remaja, serta kaum marjinal melalui kebijakan yang kami rumuskan,” tegas Anggota Komisi II DPR RI ini.

Hetifah juga menegaskan bahwa perempuan Golkar terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh komponen baik di legislatif, eksekutif maupun civil society antara lain KPPRI, KOWANI, KPPI, MPI, LSM, aktivis media, serta para akademisi yang peduli keterwakilan perempuan dalam politik.

Jika merujuk jumlah Dapil pada Pemilu 2014 terdapat sebanyak 2.453 Dapil. Jumlah ini diperkirakan meningkat pada 2019 mendatang. Dari jumlah Dapil tersebut dengan menghitung setiap Dapil terdapat 3 orang perempuan, maka diperkirakan ada sebanyak 7.359 calon perempuan. Tugas KPPG adalah mempersiapkan kader perempuan Golkar untuk berkontestasi di Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

Hal mendasar yang akan dilakukan diantaranya: memberikan motivasi dan sugesti kepada perempuan untuk semakin percaya diri dan yakin untuk siap berkontestasi, memberikan fasilitas untuk mereka siap menang, dan meningkatkan kualitas dan membangun kompetensi perempuan.

“Mudah-mudahan kepercayaan yang diberikan di pundak kami kaum perempuan bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kepada para kader perempuan Partai Golkar di seluruh Indonesia, saya menghimbau agar segera merapatkan barisan dan bergandeng tangan mewujudkan visi bersama ini,” tutupnya.

*) sumber : Tribun Kaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Yth. Ibu Hetifah Perkenalkan saya Yudha Budisantosa, Camat Tanjung Redeb Kab.Berau-Kaltim. Jika Ibu ke Berau tolong singgah di Kantor Camat Tanjung Redeb, kami ingin memperkenalkan Inovasi : Gerbang Pancasila atau Gerakan Bangga dengan Pancasila.

  2. Bu..tolong kami para guru honorer ptt SMA Negeri se Kal-Tim d bawah propinsi, upah kami hanya 1,3 jt jauh d bwh UMP 2,5 jt..dan kesejahteraan kami d bwh guru2 TK d daerah..tolong kami bu..

Lihat semua aspirasi