JAY_2591-Panel

Banyak Blangko E-KTP Kurang

 

PROKAL.COMENANGGAPI kekurangan blangko yang disampaikan oknum petugas Disdukcapil, dibantah Anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian. Dia mengungkapkan, permasalahan yang terjadi di daerah dalih kekurangan blangko tidak benar. Dia menegaskan, kekurangan blangko di daerah saat ini tidak terdampak pada masalah pencetakan blangko atau mega korupsi e-KTP.

“Kita selalu mengawasi dan mempertanyakan ini. Persediaan blangko yang kekurangan tidak ada kaitannya dengan masalah yang sebelumnya, karena sudah ada anggarannya tersendiri,” ujarnya.

Dia menuturkan, pencetakan e-KTP tentu harus dapat segera terealisasi secara menyeluruh di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Kota Tarakan. Bahkan dikatakannya, ada daerah yang telah memiliki kelebihan blangko, namun pencetakan e-KTP masih tetap stagnan.

Bukan itu saja, kewajiban pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pencetakan e-KTP merupakan hal yang sangat penting untuk masyarakat di Kota Tarakan. Pasalnya, dalam waktu dekat pesta demokrasi yakni Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tarakan akan berlangsung 2018 mendatang. Sehingga penting bagi pemerintah memenuhi hak masyarakat dalam memiliki kartu tanda penduduk.

“Sebenarnya kita tidak kurang. Masalah ini harus dituntaskan. Mengingat di Tarakan akan pilkada. Jangan sampai hak pilih rakyat tidak diakomodir karena tak ada e-KTP,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan, adanya pungutan liar (pungli) dengan dalih keterbatasan blangko sehingga tidak dilakukan pencetakan e-KTP, sangat jelas tidak dibenarkan dan tentunya melanggar. Sebab pelayanan publik saat ini di pemerintahan tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, permainan oknum bisa saja terjadi, namun perlu penindakan tegas dari penegak hukum atau tim Saber Pungli yang dibentuk di setiap daerah.

“Saya minta ini (pungli) disikapi cepat. Tidak dibenarkan adanya pungli di pelayanan publik. Laporkan segera, sekarang ada pusat pengaduan masyarakat, dilaporkan saja,” tegasnya.

Sementara itu, dia menuturkan, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, untuk membicarakan kebutuhan atau kuota blangko yang diperlukan di daerah Kalimantan Utara. “Saya akan laporkan dan bicarakan sortir kebutuhan blangko. Tarakan akan prioritas,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan data kependudukan juga terjadi sedikit masalah dalam momen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dikatakan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Dr Zudan Arif Fakulloh SH MH, ada tiga kendala yang sudah teridentifikasi, sehingga data peserta CPNS tidak terbaca di pusat.

“Di antaranya penduduk telah memiliki nomor Kartu Keluarga (KK) baru, namun masih mendaftar menggunakan nomor KK lama. Penduduk pindah dan datang tidak melapor dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. NIK tidak ditemukan, sedangkan yang bersangkutan telah memiliki KTP elektronik,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Dia juga mengaku telah mempersiapkan solusi untuk mempermudah dan menyamakan data kependudukan secara nasional. “Penduduk agar memasukkan NIK dan nomor KK baru. Selain itu, tim Dirjen Dukcapil Kemendagri memfasilitasi penyelesaian dalam kerangka Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Tim juga akan menginformasikan ke yang bersangkutan untuk mendaftar kembali,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan sebanyak 1.300 permasalahan yang terjadi dari 1,3 juta penduduk Indonesia. Sementara itu, di wilayah Kalimantan Utara juga sudah terdeteksi ada puluhan data kependudukan yang bermasalah. “Itu hak warga negara. Ini bisa ribut. Makanya, kita fasilitas karena itu mudah saja untuk diselesaikan,” terangnya.

*) sumber : balikpapan post

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Kami Warga Kota Samarinda, Yth. Ibu Hetifah Sampaikan suara kami kepada bpk. Walikota Samarinda bahwa kami merindukan kota layak, Indah dan bersih agar bisa menghapus sebagai icon kota semrawuk di Kalimantan

  2. Yth. Ibu Hetifah Perkenalkan saya Yudha Budisantosa, Camat Tanjung Redeb Kab.Berau-Kaltim. Jika Ibu ke Berau tolong singgah di Kantor Camat Tanjung Redeb, kami ingin memperkenalkan Inovasi : Gerbang Pancasila atau Gerakan Bangga dengan Pancasila.

Lihat semua aspirasi