APBN 2013 Alokasikan Rp201,3 Triliun untuk Infrastruktur

Pada tahun 2013, pemerintah akan memusatkan perhatian pada masalah infrastruktur. Seperti tertera dalam APBN 2013: dari belanja negara sebesar Rp1.683 triliun, pemerintah akan mengalokasikan sejumlah Rp201,3 triliun pada pembangunan infrastruktur. Jumlah itu sepadan dengan 11,9% dari total belanja negara. Sebelumnya, sektor infrastruktur hanya mendapat alokasi sejumlah Rp174,9 triliun pada APBN-P 2012 dan sejumlah Rp128,7 triliun pada APBN 2011. Dapat dikatakan angkanya naik secara signifikan.

Dana sebesar itu bisa dimungkinkan karena berkurangnya subsidi listrik. Pemerintah dan DPR telah menyepakati kenaikan tarif listrik sebesar 15%, sehingga anggaran negara bisa dialokasikan untuk sektor infrastruktur.

Selama ini beban belanja negara selalu terpusat pada subsidi, khususnya subsidi energi (BBM dan listrik). Oleh karena itu, pada tahun 2013, pemerintah merencanakan pengendalian anggaran untuk subsidi. Menurut APBN 2013, pemerintah akan menghemat subsidi listrik sebesar Rp11,8 triliun.

Empat Sasaran Pembangunan Infrastruktur

Alokasi yang besar dari APBN ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan, yang akan didampingi oleh proyek masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), khususnya di koridor Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTT, serta Papua.

Perihal APBN sendiri, melalui alokasi sebesar 11,9% dari belanja negara, pemerintah telah menetapkan empat sasaran pembangunan infrastruktur: perhubungan, permukiman, irigasi, serta energi dan lainnya.

Pembangunan infrastruktur perhubungan memperoleh alokasi terbesar, yaitu Rp77,9 triliun. Pembangunan ini ditujukan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, dengan beberapa sasaran:

  • Pembangunan 15 bandar udara baru, serta pengembangan dan rehabilitasi sekitar 120 bandar udara;
  • Pembangunan 383,37 kilometer jalur kereta api baru, termasuk jalur ganda; serta pengadaan 84 unit lokomotif, Kereta Rel Diesel (KRD), Kereta Rel Listrik (KRL), tram, dan railbus;
  • Pembangunan Jalan Lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua sepanjang 19.370 km;
  • Pembangunan kapal perintis dan penumpang sebanyak 20 unit; serta pembangunan prasarana 61 dermaga penyeberangan.

Berikutnya adalah pembangunan infrastruktur permukiman yang mendapat alokasi Rp 22,4 triliun, dengan sasaran:

  • Pembangunan 115 twins block rusunawa dan rumah sejahtera yang terbangun melalui penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas kawasan sebanyak 60.000 unit.

Pembangunan infrastruktur irigasi untuk membangun ketahanan pangan mendapat alokasi Rp19,5 triliun, dengan sasaran:

  • Luas layanan jaringan irigasi sekitar 111.251 hadan membangun 275 embung/situ.

Dan pembangunan infrastruktur energi dan infrastruktur lainnya sejumlah Rp62,8 triliun, memiliki sasaran:

  • Pembangunan transmisi sekitar 4.551,2 kms, Gardu Induk 4.860 MVA, peningkatan kapasitas pembangkit 188 MW, dan infrastruktur lainnya.

Implikasi Pembangunan Infrastruktur

Besarnya anggaran yang dialokasikan pada sektor pembangunan infrastruktur menempatkannya pada pengalokasian terbesar setelah alokasi anggaran pada subsidi. Alokasi subsidi biasanya merupakan yang terbesar pada APBN. Dengan anggaran yang besar ini, pemerintah berjanji akan mengurangi biaya logistik ke angka 10% dari yang sebelumnya sebesar 14,08%.

“Infrastruktur itu ada enam penentu, pertama komoditi utama, komoditi utama ini harus kita bangun yang disebut sistem pusat distribusi regional, depo-depo regional,” ujar Menteri Perekonomian Hatta Rajasa (26/12), seperti diliput oleh Okezone.com.

“Kedua infrastruktur, pelabuhan, prasana, kapal. Ingat kemarin Rp23 triliun dana Sisa Anggaran Lembaga (SAL) 2011 sebagian besar untuk conectivity, infrastruktur laut pada umumnya,” ujar Hatta. Ketiga, lanjut Hatta, perlunya penyediaan jasa logistik. Sedangkan keempat adalah sumber daya manusia yang akan melakukan sertifikasi.

“Kelima, konektivitas, orang tidak perlu kemana-mana dengan national single window. Sedangkan keenam, regulasi dan kelembagaan,” jelas Hatta.

Penjelasan Hatta dapat terlihat dari banyaknya sasaran pembangunan infrastruktur perhubungan yang ingin dicapai pemerintah. Masalah-masalah seperti pembangunan jalan tol yang tak kunjung selesai dan konstruksi yang pengembangnya terus berganti harus segera diselesaikan.

Dengan dibangunnya infrastruktur, kegiatan ekonomi juga akan bertambah aktif. “Alokasi anggaran infrastruktur secara signifikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Bendahara Umum BPP HIPMI Bayu Priawan Djokosoetono, seperti diliput oleh Suarapengusaha.com (21/8).

Alokasi yang besar ini akan mempecepat realisasi pembangunan proyek infrastruktur dalam daftar Public Private Partnership (PPP) Book yang diterbitkan Bappenas. Dengan anggaran yang besar itu, investor akan melihat pemerintah memiliki anggaran memadai untuk mewujudkan perencanaan pembangunan infrastrukturnya. Alokasi anggaran tersebut dapat digunakan pemerintah untuk mendorong percepatan pembebasan lahan yang memberi jaminan kepada investor untuk menjalankan investasinya.

***

Infografis APBN 2013 dapat diunduh (download) melalui situs resmi Kementerian Keuangan (www.depkeu.go.id), atau klik di sini: http://www.depkeu.go.id/Ind/Others/APBN_2013.pdf

.

Referensi tambahan:

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Data Pokok APBN 2006-2012. Diakses dari: http://www.anggaran.depkeu.go.id/Content/11-08-22,%20DataPokokIndonesia2006-2012_rev1.pdf

Okezone.com. “BUMN Karya Akan Selamatkan Infrastruktur Indonesia”, diakses dari: http://jakarta.okezone.com/read/2012/12/19/320/734302/bumn-karya-akan-selamatkan-infrastruktur-indonesia

Okezone.com. “Pemerintah Janji Turunkan Biaya Logistik dengan Infrastruktur”, diakses dari: http://jakarta.okezone.com/read/2012/12/26/320/737215/pemerintah-janji-turunkan-biaya-logistik-dengan-infrastruktur

Republika Online. “Belanja Infrastruktur di APBN 2013 Tertinggi”, diakses dari: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/12/10/29/mcng2c-belanja-infrastruktur-di-apbn-2013-tertinggi

Solo Pos. “Pemerintah Siapkan 48% dari APBN 2013 untuk Infrastruktur Indonesia Timur”, diakses dari: http://www.solopos.com/2012/10/24/pemerintah-siapkan-48-dari-apbn-2013-untuk-infrastruktur-indonesia-timur-341752

Suara Merdeka. “Anggaran Infrastruktur Naik Signifikan”, diakses dari: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/05/131911/Anggaran-Infrastruktur-Naik-Signifikan

Suarapengusaha.com. “Ini Dia Implikasi Bila Anggaran Infrastruktur di APBN 2013 Capai 5%”, diakses dari: http://suarapengusaha.com/2012/08/23/ini-dia-implikasi-bila-anggaran-infrastruktur-di-apbn-2013-capai-5/

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Terima kasih banyak bapak Harmen Batubara, atas dukungan melalui tulisannya. Kita membutuhkan orang-orang seperti bapak agar kedepan, segala permasalahan perbatasan dapat segera diselesaikan.

  2. Assalamu alaikum wr wb Pertama-tama kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Ibu terhadap perbatasan, khususnya Kaltara. Sejak lama kami belum lagi menemukan Tokoh yang mengusung masalah-masalah perbatasan dalam tugas tugasnya. Karena itu kami menurunkan sebuah tulisan dengan judul: http://www.wilayahperbatasan.com/hetifah-syaifudian-kalau-bnpp-nggak-mampu-bubar-saja/ Mohon maaf kalau ibu kurang berkenan, karena tanpa konsultasi terlebih dahulu. Kami sejak tahun 2009 telah menjadi penyambung lidah masalah-masalah perbatasan ke siapa saja yang berkenan mau mendengarkannya. Kami juga ada di www.bukuperbatasan.com sebuah upaya mengangkat masalah perbatasan dalam dunia literasi. Juga kami ada di www.wilayahpertahanan.com suatu upaya untuk memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan. Semoga Ibu diberi kesehatan, kekuatan sehingga dapat terus mengelaborasi masalah masalah perbatasan biar suatu saat wilayah itu benar-benar jadi etalase bangsa, menjadi halaman depan bangsa-salam dari kami www.wilayahperbatasan.com

  3. Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bu Hetifah. Alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi meskipun dalam situasi yang berbeda. Saya Ari Wibowo warga Samarinda Kaltim mantan Wakil Direktur Keuangan Rumah Sakit Islam Samarinda yang kini sudah diambil kembali oleh Pemprov Kaltim. Saya pernah bertemu ibu ketika berkunjung ke RSI Samarinda sekitar tahun 2014 kalau tidak keliru. Alhamdulillah bu, sekarang ibu bisa kembali duduk menjadi anggota DPR RI dimana pemilu yang lalu pun saya memilih ibu. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan berkenaan dengan situasi ekonomi Kaltim dan Kaltara saat ini dimana ibu juga merasa prihatin dengan kondisi perbatasan khususnya. 1. Jika melihat neraca perdagangan Kaltim yang dirilis oleh BPS, mungkin semua pihak khususnya pemerintah daerah akan berbesar hati karena neraca perdagangannya selalu surplus luar biasa karena dalam perhitungan neraca perdagangan termasuk didalamnya adalah ekspor migas dan minerba. Pernahkah kita berpikir bahwa sektor migas dan minerba lebih banyak dinikmati oleh pemerintah pusat saja ?. Jadi menurut saya, sebaiknya sektor tersebut tidak perlu diperhitungkan guna mengetahui kemandirian masyarakat Kaltim. 2. Sebagai anggota masyarakat Kaltim, saya sangat prihatin terhadap potensi daerah yang tidak dikembangkan sedemikian rupa sehingga Kaltim menjadi wilayah yang rentan terhadap tekanan ekonomi. Sebagai contoh sekitar tahun 2011-2012 harga batubara dunia mengalami penurunan yang tajam sampai-sampai banyak pengusaha batubara gulung tikar. Dampaknya mulai terasa pada 2014 dimana arus penumpang di bandara Sepinggan Balikpapan turun drastis hingga mencapai 50% dan sektor-sektor penunjang juga otomatis mengalami penurunan akibat "Multiplier effect" dan juga mengalami kebangkrutan. Itulah gambaran Kaltim yang sesungguhnya. Wilayah yang kaya akan sumber daya alam namun masyarakatnya tidak mampu menghadapi perubahan global. Ibu bisa bayangkan kalau 80% - 90% bahan kebutuhan pokok Kaltim harus didatangkan dari propinsi lain. Mulai dari beras, gula, minyak makan, sayur mayur, daging sapi, dll. Ibarat keluarga, Kaltim adalah konsumen yang seksi, segala kebutuhan pokoknya harus didatangkan dari luar. Ini semua tidak terlepas dari peran seorang Kepala Daerah yang kurang mempunyai sense of entrepreneurship mulai jaman banjir cup, sawit dan terakhir batubara. Kita bandingkan dengan tetangga kita di Sulawesi Selatan. Hampir 60% kebutuhan pokok Kaltim didatangkan dari Prov. Sulsel dan sisanya didatangkan dari provinsi lain, sementara apa yang dijual Kaltim keluar daerah ? Hampir 90 % hanya berasal dari sektor migas dan minerba. Itupun hasilnya tidak kembali ke Kaltim karena sebagian besar hasilnya hanya lari ke pusat saja dan ke luar negeri. Contoh seperti Banpu dan KPC yang menguasai sektor batubara di Kaltim adalah perusahaan milik Thailand dan Australia. Saran saya ibu sebagai wakil kami di DPR RI adalah memberikan advise kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi daerahnya selain sektor migas dan minerba serta sawit. Bagaimana orang lain mau datang ke Kaltim bukan hanya sekedar mencari penghidupan sebagai buruh disektor tersebut, melainkan datang membawa modal untuk mengembangkan sektor-sektor lainnya seperti pariwisata, pertanian, kehutanan, industri logam dasar, industri kimia dasar dll. Dulu sewaktu saya masih sekolah dibangku Sekolah Dasar, Guru saya menerangkan bahwa Samarinda sangat terkenal dengan produksi sarungnya, bahkan sarung samarinda bisa masuk dalam botol. Luar biasa sekali karena saat itu saya belum bisa membayangkan seperti apa bentuk sarungnya karena sangat mahal kata guru saya. Mengapa hal semacam ini kurang mendapat perhatian pemerintah ? Kemudian produksi buah Naga di Kaltim sangat terkenal manis dibanding dari daerah lain. Kenapa pemerintah tidak mendorong atau mendatangkan investor untuk mengolah lebih lanjut buah naga menjadi sesuatu yang khas seperti sirup markisa dari Sulsel. Setiap orang datang kesana selalu ingin membeli sirup markisa karena rasanya yang sangat khas dan disukai oleh banyak orang. Di Kuala Lumpur Malaysia saya pernah masuk mesjid Negara yang dijadikan salah satu ikon wisata religi negeri Jiran. Begitu banyak wisatawan mancanegara khususnya yang non muslim sengaja datang kesana untuk melihat dari dekat kehidupan umat Islam Malaysia. Mengapa Islamic Center Samarinda yang jauh lebih megah, mewah dan lebih besar belum bisa dijadikan pusat wisata religi Kaltim seperti halnya mesjid Negara?. Lalu bagaimana dengan Pulau Kumala, Pulau Derawan dan pusat-pusat wisata Kaltim lainnya ? Sekali lagi ini adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah yang kurang mau membangun infrastruktur di Kaltim. Mohon maaf ibu, masih banyak hal produktif yang dapat di explore lebih jauh dari bumi kaltim. Semoga masukan ini bermanfaat. Terimakasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb Mulyono Ari WIbowo Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Gg. 5 No. 18, RT. 10. Samarinda 75123 Telp. 081254866637

Lihat semua aspirasi