hetifah_20171021_001116

Anggota DPRD Berau Temui Hetifah di DPR RI, Ini Hal Penting yang Dibicarakan

 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Wacana penataan daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Berau pada Pemilu legislatif (Pileg) 2019 disampaikan anggota DPRD Berau. Hal tersebut dikemukakan Syarifatul Sya’diyah, Ketua DPRD Berau dalam rapat audiensi anggota DPRD Berau dengan Komisi II DPR RI, Jumat, (20/10).

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa penataan Dapil untuk Pileg DPRD Kabupaten/Kota diserahkan sepenuhnya kepada KPU.

“Pada saat pembahasan RUU Pemilu, kami di Pansus memutuskan agar jumlah kursi DPRD Kabupaten/Kota dan penataan Dapil diserahkan ke KPU. Besaran kursi per Dapil berbeda dengan DPR RI. Kalau DPR RI antara 3-10, kalau DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota antara 3-12 kursi,” jelas Hetifah.

Terkait penataan Dapil untuk DPRD Kabupaten/Kota, Hetifah menjelaskan bahwa hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).

“Komisi II dan KPU sudah membahas PKPU tentang penyusunan Dapil. Sekarang sedang menunggu proses penomoran di Kemenkumham,” lanjut Hetifah.

Lebih lanjut Hetifah menjelaskan bahwa dalam penataan Dapil DPRD Kabupaten/Kota menjadi kewenangan KPU Kabupaten/Kota. Meski demikian, dalam penyusunannya KPU harus melibatkan berbagai pihak.

“Untuk penataan Dapil DPRD, PKPU mengamanatkan sepenuhnya kepada KPU Kabupaten/Kota. KPU melibatkan Pemda, Bawaslu daerah, partai politik peserta Pemilu tingkat Kabupaten/Kota dan instansi terkait,” lanjut Hetifah.

Politisi Partai Golkar ini juga menjelaskan bahwa jika sudah disusun penataan Dapil, maka KPU akan melakukan uji publik sehingga publik bisa mengoreksi jika terjadi kesalahan atau penyusunan Dapil yang melanggar ketentuan perundang-undangan.

Dalam rapat audiensi itu, wakil rakyat Berau tidak hanya membahas penataan Dapil, tapi juga berbagai persoalan di Berau yang berkaitan dengan Komisi II seperti kasus pertanahan. Di antara kasus sengketa tanah ini terjadi di Kampung Tunggal Bumi dan Kayu Indah Kecamatan Batu Indah, dan Tanjung Perangkat Kecamatan Sambaliung.

Hetifah akan berupaya berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

*) sumber : Tribun Kaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. .asslm, wr, wb, Bu haji dalam rangka Pembukaan Asian Games, boleh ga kami dapat undangan untuk bisa hadir di acara Pembukaan tgl 18/8/2018 nanti, Trima kasih atas berkenannya, wassalam trima kasih By, H.Achmad-Kaltim HP/WA. 081347906928

  2. Semangat pagi bu Hatifah. Saya Lettu Gunawan anggota Lanal Balikpapan (kita pernah bertemu di hotel grand Tjokro Balikpapan saat even sosialisasi Asian Games 2018) Mengenai pendidikan di daerah terpencil terutama perbatasan....mohon izin saya menyarankan : 1. Pembangunan fasilitas dan kualitas harus lebih baik dari pada negara tetangga jangan sampai terjadi seperti di daerah Kalimantan dimana masyarakat NKRI banyak yang menyeberang ke Malaysia untuk sekolah karena fasilitas lebih baik bahkan selama sekolah disana seluruh siswa mendapat fasilitas pinjam pakai laptop. RESIKO : mereka akan lebih mengetahui sejarah malaysia dan bahkan lagu kebangsaan malaysia 2. Khusus daerah terpencil rawan konflik pemberontakan....kami menyarankan mendayagunaan aparat TNI/POLRI yang berdinas didaerah tersebut untuk mengajar.....sehingga ada rasa aman bagi warga dan anggota TNI/POLRI tersebut memiliki tanggung jawab moral sekaligus memiliki kemauan untuk mengembangkan SDM nya dalam hal pendidikan. Demikian saran saya. Terima kasih

  3. Assalamu'alaikum wr wb. Yang Terhormat Ibu Hetifah Sjaifudian. Saya Safril, dari Institusi yang bergerak dalam kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi SDM khususnya di bidang Teknologi informasi dan Komunikasi untuk SMK dan SMA . Sejak tahun 2012 kami telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya memberikan keahlian digital kepada siswa SMK maupun SMA untuk meningkatkan daya saing siswa setelah lulus. Hal ini mengingat masih cukup banyak lulusan SMK yang belum memperoleh kesempatan kerja. Dan yang sudah bekerja tidak sedikit memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu atau keahlian yang diperoleh di SMK. Mohon maaf kami tidak bermaksud memandang rendah suatu pekerjaan, akan tetapi banyak lulusan SMK yang menjadi petugas cleaning atau cleaning service, office boy dan sejenisnya. Kami hanya ingin memaksimalkan peluang pekerjaan yang terbaik yang dapat diperoleh oleh lulusan SMK, sehingga selama 3 tahun belajar dan berlatih tidak berakhir pada pekerjaan yang pada prinsipnya tidak memerlukan jenjang pendidikan menengah kejuruan. Sementara dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi Profesi kurang memberikan dampak yang diharapkan. Dan para pemilik Sertifikat dari BNSP setiap tahun harus memperpanjang legalitas Sertifikatnya dengan biaya cukup mahal. Selain itu kami menilai adanya pemaksaan bagi SMK untuk menyelenggarakan Sertifikasi Profesi di SMK-SMK dengan dibentuknya LSP-LSP melalui Peraturan Menteri Pendidikan, yang jelas mengikat SMK untuk mengalokasikan Dana BOS untuk kegiatan BNSP. BNSP mengeluarkan sertifikat profesi berstandar nasional sedangkan kami mengeluarkan sertifikat keahlian digital bersatndar Internasional dan ditandatangani langsung oleh Produsen yang mengeluarkan produk-produk teknologi digital, seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk. Untuk itu kami mohon dengan sangat kepada Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, untuk dapat memberikan solusi bagi kami agar dapat memberikan bimbingan berbasis kinerja dengan standar internasional kepada siswa SMK dan pada akhirnya siswa memperoleh sertifikat keahlian digital berstandar Internasional yang sudah diakui oleh kurang lebih 140 negara. Kami sudah melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dengan respon cukup positif akan tetapi hanya sebatas itu. Alasan utama yang kami terima adalah masalah pendanaan. Kami pada prinsipnya bukan bertujuan "memanfaatkan" Dana Bos atau anggaran pemerintah meskipun seharusnya memang demikian, akan tetapi visi dan misi kami lebih kepada memberikan solusi kepada pihak sekolah terutama kepada siswa yang nantinya menjadi SDM yang mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja lebih besar. Bahkan kami memberikan alternatif agar siswa dapat menabung melalui Bank sehingga mampu untuk memenuhi biaya Sertifikasi yang kami selenggarakan dengan nominal yang sangat terjangkau. Untuk itu kami mohon dan sangat berharap untuk dapat bertemu Ibu dan memperoleh arahan serta dukungan agar visi dan misi kami dapat terwujud. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami mengucapkan terimakasih. Jika berkenan dan kami sangat senang menerima kabar baik dari Ibu melalui 081373264177

Lihat semua aspirasi