Adu Slogan, Rebut Simpati

Artikel Dipublikasikan Pada 13 February 2009

Artikel ini telah dipublikasikan di surat kabar Kaltim Post pada tanggal 25 Januari 2009.

BALIKPAPAN – Ratusan calon anggota legislatif (caleg) kini terus menebar pesona. Adu slogan pada atribut kampanye pun dilakukan untuk menarik simpati masyarakat. Lantas, dari mana para ide untuk sebuah kalimat menarik? Hampir seluruh atribut kampanye caleg menampilkan slogan. Menurut sebagian caleg, mencantumkan slogan merupakan sarana komunikasi paling efektif untuk menarik simpati masyarakat.

Sebab, jargon itu sekaligus sebagai visi misi singkat dari masing-masing caleg. Hetifah misalnya. Salah satu caleg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Kaltim ini memakai slogan Bersuara Untuk Kemandirian Bumi Etam. Ia beranggapan, slogan tersebut untuk mengomunikasikan jati dirinya. Namun Hetifah menolak jika slogan dianggap sebagai mengumbar janji. Lebih tepatnya, menurut ia, sebagai visi misi caleg ke masyarakat.

Ia mengatakan, ide membuat slogan tidaklah mudah, perlu survei dan kajian berbagai literatur. Isu sosial lokal yang hangat di daerah pemilihan, menurutnya, bisa juga dijadikan inspirasi. “Yang penting mudah dipahami masyarakat,” papar Hetifah.

Berbeda dengan Hetifah, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kaltim Badrul Munir menambahkan, jargon yang dia pakai adalah hasil pengamatannya sebagai seorang jurnalis.
Inspirasinya, melihat kinerja pemerintah Kaltim yang kebanyakan memikirkan kekayaan pribadi. “Bukan memikirkan kesejahteraan rakyat dan perkembangan daerah,” ujar anggota DPD nonpartai nomor urut 9 ini.

Seharusnya, kata Badrul, pemerintah berorientasi pada rakyat, bukan pada birokrasi. Begitu pun yang seharusnya dilakukan anggota legislatif sebagai wakil rakyat. Karena alasan itulah ia mengangkat slogan Ayo Kita Bangkit Lebih Maju dan Sejahtera.

Sejumlah slogan terpampang bersama atribut kampanye para caleg. Ada yang berbunyi Bersama Kita Tuntaskan Masalah Bangsa, Berjuang Bersama Wujudkan Perubahan, Hadirkan Masa Depan Penuh Harapan, dan masih banyak slogan lainnya. (*/jaz)

2 Komentar »

  • Uya berkata:

    Kalau saya mah gak terpengaruh sama slogan. Yang penting nanti kalau udah naik jadi anggota dewan, jangan lupain guru-guru di desa terpencil aja hehe… Oh ya bu, putrinya cantik-cantik lho :) Salam dari Tanah Grogot :)

  • uuh berkata:

    Kasihan dechh looo, Warga Kaltim yang milih Kamu pasti nyesel

Silahkan Tinggalkan Komentar

Silahkan gunakan kolom komentar di bawah, atau lacak balik. Anda juga bisa mengikuti alur komentar berlangganan umpan balik komentar ini lewat RSS.